Categories Politik

KAMI Gerakan Provokator !

Keberadaan KAMI gagal mendapat tempat di hati masyarakat karena dianggap sebagai provokator. Mereka hanya bisa menghina pemerintah yang dianggap gagal mengurus negara tapi tidak menunjukkan bagaimana cara menyelamatkan Indonesia. Tak heran makin banyak demo di daerah yang menolak masuknya anggota KAMI ke sana.

Saat deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) 18 agustus lalu, para anggotanya berdalih ingin menyampaikan pendapat, karena Indonesia adalah negara demokrasi. KAMI juga menempatkan diri sebagai oposisi dan ingin mengkritik pemerintah. Bahkan Indonesia diumpamakan sebagai ‘kapal karam’ sehingga perlu diselamatkan.

Sayangnya mereka malah dianggap provokator karena terus menghina pemerintah. Seolah-olah tidak ada usaha dari Presiden untuk menyelamatkan Indonesia dari resesi. Masyarakat bisa bersikap apatis terhadap pemerintah karena mengira tidak ada langkah pasti untuk membuat kondisi negara membaik. Padahal kenyataannya ada bansos dan bantuan lain untuk rakyat.

KAMI juga terus menuntut pemerintah agar membereskan semua permasalahan di Indonesia. Terutama dalam bidang ekonomi. Menurut politisi Sarmuji, KAMI seolah-olah meminta pemerintah main sulap. Karena perekonomian dunia juga anjlok, sehingga finansial Indonesia terpengaruh. Seharusnya KAMI mempelajari tentang ekonomi internasional agar paham hubungannya.

Dalam 8 tuntutan KAMI, mereka seolah menunjukkan kejelekan pemerintah yang dianggap belum bisa mengelola negara. Tuntutan ini sangat emosional dan provokatif, bahkan dibacakan 2 kali. Menurut pengamat Karyono Wibowo, seharusnya tuntutan itu terukur dan realistis. Jika mengkritik juga harus konstruktif dan objektif, dan disertai data yang benar.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *