Ini Dia 9 Poin Tolak KAMI Karena Dinilai Ingin Memprovokasi

Ini Dia 9 Poin Tolak KAMI Karena Dinilai Ingin Memprovokasi

Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Kaltim Cinta Indonesia (APKCI) menegaskan bahwa mereka menolak kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Balikpapan, serta Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur.

Melalui Jubir APKCI, Umar Rizcy Maico Syahputtra menilai kehadiran KAMI di berbagai daerah hanya bertujuan untuk melakukan provokasi. Dia menyebut, beberapa deklarator KAMI hendak melakukan manuver di berbagai daerah di Tanah Air.

Di Pulau Jawa dan kemarin di Sumatera Utara atau Medan bahwa contoh kehadiran KAMI menjadi kegaduhan di tengah masyarakat

“Kita dengan tegas menolak dan menentang segala bentuk aktivitas ataupun gerakan politik KAMI di Kalimantan Timur, karena kita melihat ini akan berpotensi memunculkan kegaduhan besar, bahkan perpecahan di tengah masyarakat Kaltim yang majemuk,” kata Umar melalui siaran pers.

Dia menyebut, organisasi itu sengaja menunggangi aksi demonstrasi atas penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang bertujuan untuk mendiskreditkan pemerintah.

Umar menegaskan, mahasiswa Kaltim menolak segala bentuk aktivitas dan gerakan politik KAMI di Balikpapan dan Kaltim. APKCI berpandangan, aktivitas itu berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah masyarakat.

“Jadi untuk apa ada gerakan-gerakan politik lagi, kita lihat deklarasi-deklarasi yang terjadi di Pulau Jawa dan kemarin di Sumatera Utara atau Medan bahwa contoh kehadiran KAMI menjadi kegaduhan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Aliansi Pemuda Kaltim Cinta Indonesia (APKCI) pun membeberkan setidaknya 9 poin penolakan mereka terhadap KAMI. Berikut Tagar rangkum pernyataan sikap APKCI:

  1. Menolak segala bentuk aktivitas dan gerakan politik Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Provinsi Kalimantan Timur, karena berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah masyarakat Kalimantan Timur yang majemuk dan sedang fokus menangani dampak pandemi Covid-19. 
  2. Menentang keras narasi, diksi, dan provokasi yang dibangun oleh para tokoh KAMI karena dinilai telah merongrong persatuan bangsa Indonesia dan bertolak belakang dengan budaya serta watak masyarakat Kaltim yang cinta kedamaian.
  3. Mengecam keras provokasi yang dilakukan oleh para deklarator KAMI dengan menunggangi aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dengan sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan pemerintah.
  4. Meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan keterlibatan para deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dalam kerusuhan aksi Omnibus Law
  5. Percaya dan mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah dalam penanganan dampak Covid-19 serta mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan negatif yang dilakukan oleh KAMI.
  6. Mendesak aparat Kepolisian agar tidak memberikan izin terhadap setiap aktivitas KAMI Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur agar tidak terjadi kegaduhan masyarakat di tengah pandemik saat ini.
  7. Meminta kepada kepala daerah di Provinsi Kalimantan Timur untuk dengan tegas melakukan penolakan terhadap kehadiran KAMI di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.
  8. Mengajak seluruh elemen masyarakat Kalimantan Timur untuk tetap mengedepankan persatuan, menjaga kondusifitas, serta menolak gerakan-gerakan politik yang memecah belah persatuan dan kebhinekaan di tengah kemajemukan masyarakat Kalimantan Timur.
  9. Meminta pemerintah dan semua elemen masyarakat agar dapat terus bersatu-padu serta membangun kepercayaan dan gotong-royong untuk menghadapi musibah dari pandemi Covid-19 di Kalimantan Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.