Indonesia Jadi Model Muslim Demokratis

Indonesia Jadi Model Muslim Demokratis

MASYARAKAT dan negara mayoritas muslim akan menilik Indonesia sebagai model pemerintahan demokratis dan menjunjung nilai-nilai hak asasi manusia (HAM). Bekerjanya hukum sosial selalu mungkin untuk memaksa 50 negara muslim hijrah memeluk demokrasi dan kebebasan.

Demikian paparan Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny Januar Ali, saat meluncurkan buku virtual bertajuk Jalan Demokrasi dan Kebebasan untuk Dunia Muslim: Indonesia sebagai Model. Buku yang disebarkan gratis itu merupakan buah renungannya selama 30 tahun.

Itu dimulai sejak ia menjadi aktivis mahasiswa era 1980-an, mendalami ilmu politik tingkat PhD di Amerika Serikat pada 2000-an, dan berbagai penelitiannya perihal perkembangan kekinian.

“Perubahan mendasar dunia akan terjadi jika mayoritas dari 50 negara muslim hijrah memeluk demokrasi dan kebebasan. Indonesia dapat menjadi model, walau harus terus berevolusi menuju demokrasi yang penuh.

Menurut dia, potensi besar akan terjadi dari mayoritas 50 negara muslim dengan berbondong-bondong atau berangsur-angsur hijrah memeluk demokrasi dan kebebasan. Hal itu sangat mungkin terjadi meskipun saat ini, menurut data Democracy Index 2019, dari 50 negara mayoritas muslim, 60% menerapkan politik otoriter.

Yang menerapkan full democracy, imbuhnya, tak ada sama sekali alias 0% dan hanya tiga negara muslim, termasuk Indonesia, yang menerapkan demokrasi setengah matang. “Jawabnya atas perubahan itu tak hanya mungkin, tapi harus. Itu mungkin terjadi karena sistem yang tumbuh di suatu negara ialah anak kandung dari dinamika politik, ekonomi, dan budaya.

Selama 5.000 tahun peradaban, tuturnya, hanya satu yang tak berubah, yakni perubahan itu sendiri. Dengan kondisi saat ini dan perubahan ke depan, imbuhnya, negara muslim akan dipengaruhi hukum sosial. “Bekerjanya hukum sosial selalu mungkin memaksa 50 negara muslim hijrah memeluk demokrasi dan kebebasan.”

Lebih dari mungkin lagi, kata Denny, mayoritas 50 negara muslim harus memeluk demokrasi dan kebebasan. Selalu lahir para pemimpin, pejuang, dan pahlawan yang menginginkan lebih. Pew Research Center, lembaga peneliti berpusat di Amerika Serikat, menyatakan mulai 2070 nanti, penduduk muslim akan menjadi terbanyak di dunia.

“Hadirnya negara muslim yang bebas dan demokratis, atau yang sebaliknya, akan memengaruhi dunia nyaman atau bergolak. Apalagi, saat itu muslim menjadi populasi paling banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *