Hadapi Tantangan Jaman, Hendrawan Supratikno Pesan Milenial Pahami Pancasila Dasar Ideologi Negara

Hadapi Tantangan Jaman, Hendrawan Supratikno Pesan Milenial Pahami Pancasila Dasar Ideologi Negara

Anggota Badan Pengkajian MPR RI, Hendrawan Supratikno menyampaikan pesan kepada generasi milenial yang terbuka dalam pemikiran serta mudah mengadopsi nilai-nilai sosial modern.

Menurutnya generasi milenial akan memainkan peranan penting dalam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan.

Meskipun generasi milenial yang lebih terbuka dalam pemikiran dan bisa dengan mudah mengadopsi nilai-nilai sosial modern, Hendrawan mengingatkan tidak boleh melupakan Pancasila yang bagi Bangsa Indonesia merupakan dasar dan ideologi negara serta sumber segala hukum negara.

Generasi milenial harus mengetahui sejarah rumusan Pancasila dimulai dengan Pidato Soekarno di dewan BPUPK pada 1 Juni 1945 yang selanjutnya menjadi Piagam Jakara pada 22 Juni 1945 dan disahkan sebagai konstitusi negara oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.

Dia menjelaskan Presiden Joko Widodo pada saat ini juga terus memberikan pemahaman Pancasila kepada generasi milenial.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan presiden yakni salah satunya menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden No 24 Tahun 2016.

Selain itu, pak presiden juga mengeluarkan Peraturan Presiden No 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). BPIP inilah yang terus bekerja untuk memberikan pemahaman Pancasila kepada para generasi milenial untuk pembangunan karakter nasional

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan Pancasila pada era generasi milenial saat ini harus bisa menjadi titik temu, titik tumpu dan titik tuju, sehingga generasi muda Indonesia lebih siap dalam menghadapi tantangan jaman yang akan semakin berat tanpa ada perpecahan.

Sementara itu, Sekretaris Program Megister Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Fokky Fuad menjelaskan Falsafah Pancasila tidak terlepas dari gagasan keragaman Bhineka Tunggal Ika.

Dalam hal ini bisa dilihat dari eksistensi warga komunitas Cina Benteng Kampung Sewan membuktikan sebuah relasi hubungan dinamis antara beragam suku bangsa dan etnis di Indonesia.

Memahami segala permasalahan warga Cina Benteng Kampung Sewan juga berarti melihat ke dalam diri Bangsa Indonesia sendiri. Proses adaptasi kultural yang telah terjadil baik selama ratusan tahun antar suku dan etnis di Kota Tangerang hingga era milenial ini menjadi sebuah gambaran menarik bagaimana kita melihat keindonesiaan dalam diri kita

Dekan Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Yusup Hidayat menambahkan generasi muda di era milenial saat ini bisa menghayati nilai-nilai Pancasila dengan khidmat tanpa terjebak pada monopoli kebenaran.

Era Disrupsi memerlukan pegangan ideologi yang kuat dan disaat yang sama membutuhkan kelincahan dalam melakukan inovasi-inovasi sehingga tidak tertinggal dari negara maju, bahkan mudah-mudahan bisa lebih maju dari negara lain.

Hubungan antara Agama dan Pancasila tidak perlu lagi untuk terus dipertentangkan. Sudah saatnya kita bergandengan tangan dan tidak lagi mengklaim diri paling pancasilais sehingga akan terjebak juga kedalam cara berpikir yang ekstrem dan tentunya berbahaya bagi keutuhan bangsa Indonesia

Pada acara ini dihadiri sebanyak 200 peserta yang berhasal dari para mahasiswa dari beberapa fakultas di Universitas Al Azhar Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *