Implementasi Syariah Sejalan dengan Ekonomi Berkelanjutan

Implementasi Syariah Sejalan dengan Ekonomi Berkelanjutan

WAKIL Presiden K.H. Ma’ruf Amin mengatakan implementasi ekonomi syariah sejalan dengan ekonomi berkelanjutan. Ia menjelaskan, terdapat tiga konsep dalam ekonomi syariah yakni people, planet, profit yang diharapkan mampu dilaksanakan pelaku ekonomi sehingga terwujud ekonomi berkelanjutan. Adapun pembiayaan berkelanjutan merupakan konsep pendanaan untuk mendorong investasi yang ramah lingkungan serta berfokus kepada pembangunan berkelanjutan.

“Konsep ini secara umum mendorong agar pelaku ekonomi dapat memperhatikan tiga hal utama secara seimbang yaitu manusia, lingkungan dan keuntungan. Pelaku ekonomi, termasuk usaha raksasa didorong agar mengadopsi konsep ini dalam setiap kegiatan usahanya,” ujar Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pada webinar yang diselenggarakan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Go Green for South Sulawesi melalui video conference di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8).

Konsep tersebut, ujarnya, telah dijalankan Indonesia berdasarkan Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. Lebih jauh Wapres menjelaskan, ekonomi berkelanjutan merupakan jawaban atas berbagai kritik dari kegiatan ekonomi yang progresif. Kegiatan ekonomi progresif, imbuhnya, kerap kali menimbulkan praktik eksploitasi sumber daya manusia dan sumber daya alam.

Dengan kata lain, ujar Wapres konsep keberlanjutan dalam ekonomi dan pembangunan seharusnya menjadi konsensus bersama tentang kesejahteraan universal yang sesuai dengan konsep maqashid syariah.

“Jadi mengimplementasikan ekonomi berkelanjutan, sama saja dengan mengimplementasikan ajaran syariat Islam,” tegas Wapres.

Wapres mengatakan bahwa ekonomi berkelanjutan dalam konteks yang lebih besar, diterjemahkan menjadi suistainable development atau pembangunan berkelanjutan. Sejak 2015, Indonesia dan 192 negara lainnya telah mengadopsi tujuan pembangunan berkelanjutan atau Suistainable Development Goals (SDGs).

SDGs, papar Wapres merupakan upaya untuk mengakhiri kemiskinan global, membangun kehidupan yang bermartabat untuk untuk semua tanpa terkecuali, mendorong kemitraan, mengintensifkan upaya untuk berbagi kemakmuran, memberdayakan sumber penghidupan masyarakat, memastikan perdamaian dan menyembuhkan planet kita untuk kepentingan generasi saat ini dan generasi mendatang.

Wapres mengingatkan ada tiga elemen penting yang wajib diperhatikan apabila suatu perusahaan menerapkan keuangan berkelanjutan. Pertama, pengembangan atau inovasi produk dan/atau kegiatan yang sejalan dengan penerapan keuangan berkelanjutan. Kedua, pengembangan kapasitas internal masing-masing organisasi. Ketiga, penyesuaian tata kelola organisasi yang sejalan dengan keuangan berkelanjutan yang mencakup struktur organisasi, manajemen risiko, dan standar prosedur operasional.

Khusus masa pandemi seperti sekarang, Wapres mengatakan bahwa dalam menghidupkan roda perekonomian, seyogyanya sumber daya dapat dimanfaatkan dengan lebih efisien dan mengurangi beban masyarakat terdampak pandemi.

“Adaptasi adalah kunci bagi kita untuk survive. Pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah harus disertai dengan pengembangan teknologi digital untuk mendukung seluruh aktivitas ekonomi dan keuangan syariah,” pesan Wapres.

Wapres juga memberikan apresiasi kepada MES yang secara aktif mempromosikan ekonomi dan keuangan syariah. Dan berharap MES Sulawesi Selatan dapat menjadi pelopor ekonomi berkelanjutan dan dapat mengawal pelaksanaan green finance di Sulawesi Selatan.

Sumber: https://mediaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *