Gedung Diklat Kemendagri Yogya Siap Dihuni Tenaga Medis Pasien Corona

Gedung Diklat Kemendagri Yogya Siap Dihuni Tenaga Medis Pasien Corona

Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyebut lokasi untuk menampung tenaga medis pasien virus Corona yang ditolak pulang sudah siap ditempati. Selain itu, Sultan juga akan mengevaluasi rumah sakit rujukan COVID-19 yang sulit menerima pasien.

Sultan menjelaskan, Pemda DIY telah mengalihfungsikan Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Regional Yogyakarta menjadi persinggahan bagi para tenaga medis. Di mana para tenaga medis itu adalah yang mengalami penolakan saat pulang ke tempat tinggal masing-masing.

“Termasuk bagaimana mereka (tenaga medis) bisa terlindungi, tidak hanya dari pakaian (APD) tapi juga kemungkinan ditolak masyarakat. Mereka kami sediakan tempat di (Gedung) Diklat Kementerian Dalam Negeri, Jalan Melati di (Kelurahan) Baciro,” kata Sultan, Rabu (8/4/2020).

Selain itu, Sultan juga akan melakukan evaluasi terhadap rujukan pasien COVID-19 di DIY. Mengingat, jumlah kamar pasien di rumah sakit rujukan COVID-19 masih tersedia cukup banyak.

“Misalnya masalah rujukan, karena menurut saya bed yang ada untuk 26 RS itu baru digunakan PDP yang mereka kena virus itu baru 50 persen dari kapasitas yang ada. Sehingga belum perlu untuk (menambah) rumah sakit (rujukan COVID-19) yang lain,” ujarnya.

“Jadi kalau susah merujuk itu kan sebetulnya aneh, ya nanti coba kami selesaikan gitu, sebetulnya ada gap apa, atau online-nya ini kurang match (sesuai), kurang bagus atau memang ada hal lain,” imbuh Sultan.

Sementara itu, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengaku, para tenaga medis mulai bisa menempati Gedung Pusdiklat Kemendagri Regional Yogyakarta. Dia menyebut para tenaga medis mulai bisa menempati tempat tersebut hari ini.

“Secara prinsip sekarang sudah kita buka hari ini, nanti begitu ada tenaga medis dan non medis yang akan masuk tinggal masuk aja,” katanya.

“Di sana sudah ada petugasnya, jadi tinggal kulanuwun (izin ke petugas) sana. Petugasnya yang di sana nanti akan sampaikan ke Dinsos dan Dinkes untuk penyedia makanannya,” imbuh Aji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *