Gatot Nurmantyo Dukung Buruh Mogok Kerja, Pengamat Singgung Kepentingan Politik dan Pilpres 2024

Gatot Nurmantyo Dukung Buruh Mogok Kerja, Pengamat Singgung Kepentingan Politik dan Pilpres 2024

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo menyatakan dukungannya terhadap para buruh yang melakukan aksi mogok kerja secara nasional.

Adapun aksi mogok kerja tersebut dilakukan dalam rangka menuntut pembatalan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi UU.

Menurut Gatot Nurmantyo, aksi mogok kerja yang berlangsung mulai tanggal 6 hingga 8 Oktober itu merupakan kegiatan yang tidak bertentangan dengan konstitusi negara.

“KAMI mendukung langkah konstitusional Kaum Buruh tersebut,” kata mantan Panglima TNI tersebut.

Terkait pemberian dukungan tersebut, Direktur Eksekutif Emrus Corner yakni Emrus Sihombing turut memberikan tanggapannya.

Emrus menilai bahwa komunikasi yang disampaikan Gatot Nurmantyo perihal pemberian dukungan terhadap buruh yang menolak UU Cipta Kerja memang tidak lepas dari kepentingan politik.

Sebagai Jenderal TNI yang sudah purna tugas, kata dia, status Gatot saat ini sudah seperti warga negara biasa, yakni memiliki hak untuk memilih serta dipilih dalam pemilihan umum (Pemilu).

“Hipotesis saya dari pesan yang disampaikan Pak Gatot, wajar kalau ada yang bilang di mencari panggung menuju Pilpres,” katanya.

Tapi kebenarannya seperti apa, disebutkan Emrus, hanya Gatot Nurmantyo sendiri yang mengetahui hal tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan pernyataan Gatot perihal buruh dan UU Cipta Kerja bisa dianggap sebagai menunggangi kepentingan gerakan buruh.

Pasalnya, kata Emrus, amat sulit untuk tidak mengatakan bahwa aktor-aktor baik lapangan maupun non lapangan di dalam sebuah demonstasi tidak saling menunggangi.

“Realitas politik termasuk demo buruh amat sulit kita untuk tidak mengatakan bahwa demonstrasi itu tidak saling menunggangi,” ujarnya.

Emrus menyebutkan, tidak ada perilaku mereka itu mekanistis, akan tetapi bisa timbul begitu saja.

“Pak Gatot punya agenda, demonstran pasti punya agenda. Tujuannya apa dulu. Kalau untuk kepentingan bangsa dan negara itu tidak masalah. Kalau untuk kepentingan individu, itu baru tidak boleh,” ucapnya mengakhiri.

Sumber : depok.pikiran-rakyat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *