Elemen Masyarakat Papua Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Papua

Elemen Masyarakat Papua Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Papua

DPD Mandala Trikora Provinsi Papua, bersama Pemuda Adat Papua (PAP), dan Barisan Merah Putih (BMP) Papua, meminta semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta kedamaian tanah Papua.

Imbauan elemen masyarakat Papua tersebut, dikeluarkan pasca putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, terhadap tujuh terdakwa kerusuhan saat demonstrasi di Papua.

Mari, para pemangku untuk menjaga kedamaian dan kenyamanan di Papua, dengan memberikan imbauan yang menyejukkan bukan sebaliknya berbentuk provokatif sehingga bisa memicu masalah baru, pasca sidang kepada tujuh terdakwa di PN Balikpapan. Sudah diputus, dan jaksa tidak banding, jadi kami harap putusan ini dihormati semua,” kata Alberth Ali Kabiay, Ketua Pemuda Mandala Trikora saat menggelar jumpa pers di Abepura, Senin (22/6/2020).

Dirinya berharap, semua warga masyarakat baik Papua, maupun non Papua agar sama-sama kembali hidup rukun berdampingan. Mengawal persatuan dan kesatuan bangsa dan tidak terprovokasi ke arah perpecahan.

“Kepada para korban demo, kami ajak untuk menjaga hubungan yang harmonis satu sama lainnya dan kepada para tujuh terdakwa yang telah mendapatkan keputusan hukum agar tidak lagi berbuat hal yang bertentangan dengan pemerintah, sehingga nantinya bisa kembali ke Papua,” kata Ali.

Senada itu, Yan Christian Arebo juga berharap agar keputusan hukum yang sudah diterima oleh ketujuh bisa diterima oleh semua pihak.

“Saya kira dengan tidak memperpanjang hal tersebut semua pihak ikut menjaga keamanan dan ketertiban di tanah Papua. Kita semua dengan lapang dada harus menerima keputusan itu supaya tidak ada efek lain. Dan kepada korban kita tahu mereka (para terdakwa) sudah menjalani proses hukum dan putusan hukum,” katanya.

Kini, kata dia, yang menjadi persoalan adalah bagaimana agar ketujuh terdakwa itu bisa menjalani sisa hukuman setelah dipotong masa tahanan, di lembaga pemasyarakatan yang ada di Provinsi Papua, agar bisa dekat dengan keluarga.

“Harapannya ini menjadi perhatian semua pihak, agar masalah ini bisa menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran dan kehidupan bermasyarakat bagi kita semua, agar masalah rasisme ini tidak terulang lagi dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Sementara Max Abner Ohee menyebut bahwa hidup rukun, saling menghargai satu sama lainnya sangat penting dalam mendorong Papua tanah damai, untuk itu semua pihak yang ada di Papua khususnya di Kota Jayapura untuk bersama-sama tidak terprovokasi dengan isu rasisme.

“Mari kita semua, menerima hasil putusan hukum yang disampaikan oleh hakim di PN Balikpapan dengan ikut menjaga ketertiban dan keamanan di Papua, bukan untuk kita saja tapi ini demi keamanan semua, anak-anak kita, orang tua kita yang juga harus kita pikirkan,” kata Max yang juga Ketua Pergantian Antar Waktu (PAW) BMP Papua.

Sumber : https://daerah.sindonews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *