Bawaslu DIY Ajak Influencer Optimalkan Pengawasan Melalui Ruang Digital

Pemilihan yang bersih merupakan harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia, kerja sama yang efisien diantara penyelenggara dan pengawasan pada setiap tahapan pemilihan menjadi sebuah kunci untuk dapat terciptanya pemilihan yang bersih dan berintegritas. Bawaslu DIY sebagai sebuah lembaga pengawasan pemilu memerlukan partisipasi dari masyarakat dalam hal pengawasan dikarenakan terbatasnya sumber daya manusia serta luasnya wilayah yang harus diawasi pada pemilihan serentak di wilayah kabupaten/kota se-DIY serta maraknya penggunaan media sosial dan digital yang digunakan oleh kaum muda dalam melakukan kampanye calon yang diusungnya. Oleh karena itu, Bawaslu DIY menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan Pemilu Partisipatif di The Rich Hotel, jalan Magelang No. 18 Km.6, kutu Patran, Sinduadi, Mlati, Sleman (12/07/2024).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan intensif dan wokshop interaktif serta pengembangan konten digital serta membangun jaringan diantara peserta, penyelenggara dan pemangku kepentingan dalam melakukan sinergi pengawasan partisipatif yang akan diikuti oleh sekitar 50 (lima puluh peserta) dari kaum muda, pemilih yang aktif dalam media sosial dan kelompok masyarakat sadar pemilu. Pendidikan Pengawasan Partisipatif ini menghadirkan Bagus Sarwono selaku Aktivis dan Pemerhati Pemilu, Mafindo, KISP serta Umi Illiyina selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu DIY sebagai narasumber kegiatan yang akan berbagi pengetahuan mengenai kepemiluan, partisipasi masyarakat, serta menggunakan ruang digital dalam pengawasan pemilihan serentak tahun 2024 nanti.

Umi Illiyina pada arahannya menyampaikan bahwa pendidikan politik yang baik akan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara aktif dan kritis dalam proses politik, serta membantu mereka dalam menghadapi tantangan yang muncul dari penggunaan media sosial dalam konteks politik. Dengan demikian, pemuda sebagai bagian dari masyarakat dapat berperan sebagai pengawas yang efektif terhadap proses pemilu dan memastikan bahwa pemilihan kepala daerah berjalan secara transparan dan demokratis.

Bawaslu DIY berharap dengan diadakannya Pendidikan Pengawas Partisipatif ini dapat menimbulkan kesadaran dan komitmen dari kaum muda sebagai influencer untuk turut serta berpartisipasi dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilihan Serentak Kepala Daerah di wilayah Kabupaten/kota se-DIY sehingga setiap tahapannya dapat berjalan dengan lancar serta dapat mencegah potensi pelanggaran yang mungkin akan terjadi.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *