Bawaslu Ajak Masyarakat Nonpartisan Terlibat Pengawasan Partisipatif Pemilu

Bawaslu Ajak Masyarakat Nonpartisan Terlibat Pengawasan Partisipatif Pemilu

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyatakan, Bawaslu tengah mencari masukan untuk merumuskan keterlibatan masyarakat nonpartisan dalam pengawasan partisipatif yang netral pada setiap pesta demokrasi.

Dalam keterangan siaran pers Bawaslu, Rabu (14/10), Afifuddin menyebut, Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) merupakan salah satu cara Bawaslu untuk melibatkan peran masyarakat yang netral atau nonpartisan pada setiap pesta demokrasi.

Namun dalam merumuskan SKPP tahun 2021, Bawaslu perlu masukan dari masyarakat.

“Untuk kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi partisan atau berpihak kepada calon tertentu di pemilu maupun pilkada,”ujar dalam Desiminasi Persiapan dan Konsep SKPP Tahun 2021 di Kabupaten Tangerang, Senin (12/10/2020) malam.

Afifuddin yang juga mantan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) tak memungkiri memang tidak mudah mengugah masyarakat menjadi pihak yang netral dalam pesta demokrasi.

Biasanya, kata dia, masyarakat lebih tertarik menjadi partisan lantaran ada iming-iming dari peserta pemilu. Di sini lain, bukan persoalan gampang serta butuh waktu untuk mengajak generasi millenial bergabung menjadi bagian dari pengawas pemilu.

“Dalam pertemuan di Tangerang ini, Afifuddin melanjutkan, “Bawaslu butuh sumbangsih pemikiran atau out of the box. Percepatan pembuatan kader pengawas semakin aplikatif mudah, murah dan semakin baik dari yang sebelumnya.”

SKPP sendiri lahir sebagai sebuah inovasi dan terobosan yang dibuat sekaligus sebagai tanggung jawab Bawaslu kepada masyarakat yang ingin tahu soal pemilu, demokrasi dan isu pengawasannya.

Program SKPP yang telah berjalan sebelumnya hasilnya tidak mengecewakan dan sesuai dengan keinginan Bawaslu. Jumlah masyarakat yang terlibat terus meningkat sehingga berimbas terhadap kualitas pengawasan pesta demokasi.

“SKPP tumbuh bersama masyarakat sipil. Berdikari dan selalu bisa bekerja sama dengan baik. Ini harus dipertahankan,”pungkasnya.

Kepala Bagian Sosialiasi Bawaslu Faisal Rahman menjelaskan, forum urun fikir di Tangerang itu dibuat untuk merancang konsep SKPP tahun 2021. Kekurangan pada periode sebelumnya akan diperbaiki serta menciptakan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya.

Makanya, kata Faisal, rencananya akan ada serangkaian pertemuan lanjutan dengan kelompok masyarakat dari berbagai macam latar belakang.

“Kami perlu masukan dari pegiat pemilu, latar belakang pendidikan dan lainnya. Ini baru pertemuan tim kecil saja,”imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *