Aliansi Jaga Jogja Pasang Banner Covid-19 Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada

Aliansi Jaga Jogja Pasang Banner Covid-19 Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada

YOGYA – Sejumlah elemen masyarakat sipil di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Jaga Jogja memasang banner besar dengan tema “Jaga Jogja, Aja Lena, Aja Sembrana” di Tugu Golong-Gilig selama dua hari Sabtu dan Minggu (1-3/8/3020).

Gerakan ini merupakan aksi simbolis untuk mengingatkan masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan di tengah pandemi Covid-19.

Juru Bicara Aliansi Jaga Jogja, Nurholis Majid menyampaikan, beberapa waktu terakhir masyarakat tampak kurang waspada terhadap potensi penyebaran Covid-19, sehingga angka kasus yang terkonfirmasi positif kian melonjak.

Mulai tampak tanda-tanda melemahnya kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan seperti bertambahnya masyarakat yang tidak menggunakan masker di ruang publik, serta mulai terbentuknya keramaian yang mengabaikan aturan jarak.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran sejumlah pihak, terlebih ada peningkatan kasus harian yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk itu masyarakat sipil DIY membentuk aliansi untuk bergotong-royong menjaga Jogja.

”Aliansi ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat Jogja yang memiliki kesadaran bahwa upaya untuk menahan dampak pandemi Covid-19 adalah upaya berkelanjutan hingga nanti pandemi ini enyah dari Bumi Pertiwi. Sebelum pandemi ini nyata-nyata punah, maka masyarakat Jogja akan terus mempertahankan kewaspadaan dengan menjaga sikap aja lena, aja sembrana,” kata Nurholis dikutip dari keterangannya, Sabtu (1/8/2020).

Ada lebih dari 20 lembaga yang bergabung di antaranya, MAFINDO Yogyakarta, AJI Yogyakarta, LKK PWNU DIY, Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA), GP Ansor DIY, GERKATIN DIY, Gerkatin Kabupaten Sleman, Rumah Perubahan LPP, PR2Media, Perkumpulan Sinergi Sehat Indonesia (PSSI), Rifka Annisa, MIK UAJY, Yayasan Dinamika Edukasi Dasar, Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN), Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB), Himmikom Atmajaya, Jogja Sehat Tanpa Tembakau (JSTT), Ikatan Sarjana Katholik Indonesia (ISKA) DIY, DEMA FISHUM UIN Sunan Kalijaga, PUSBISINDO, GEMAYOMI, dan KKPKC KAS.

“Ada kawan-kawan aktivis, akademisi, jurnalis, profesional, dan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan ini. Sebagai gerakan terbuka dan non partisan, diharapkan aliansi ini mampu berkontribusi untuk menggerakkan semangat gotong-royong antara elemen masyarakat, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, tetua agama, media massa dan organisasi masyarakat sipil. Kami akan terus melakukan gethok-tular mengajak masyarakat Jogja saling menjaga, patuh pada protokol kesehatan seperti menggunakan masker di ruang publik, rajin mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian. Intinya PHBS plus,” sambung Nurholis.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho menjelaskan, bahwa aliansi ini juga akan berperan untuk memerangi infodemi, yaitu kabar bohong yang mengikuti pandemi Covid-19, dan tidak kalah berbahaya dibanding virusnya sendiri.

Infodemi ini ditengarai menjadi satu di antara penyebab turunnya ketidakpatuhan masyarakat, bahkan di beberapa tempat memicu ketidakpercayaan dan intimidasi kepada tenaga kesehatan dan rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *