Categories kesehatan

Ada Dua Vaksin Baru Klaim Efektif Cegah Covid-19, Satgas: Pemerintah Terbuka dengan Vaksin Manapun

Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan akan terbuka untuk menyediakan vaksin Covid-19 dari perusahaan manapun.

Asalkan, vaksin tersebut telah teruji secara saintifik dan melewati seluruh prosedur dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis, 19 November 2020.

“Intinya, pemerintah terbuka dengan kandidat vaksin manapun, tanpa lengah dalam memutuskan untuk melakukan kerja sama,” ujarnya

“Karena penetapan kandidat vaksin ini harus melalui proses pengawalan oleh BPOM, dan dikaji dengan dasar-dasar saintifik,” kata Wiku Adisasmito menambahkan.

Dia mengatakan bahwa vaksin yang nantinya digunakan oleh pemerintah Indonesia, dipastikan telah lolos dari uji klinis tahap satu, dua, dan tiga, serta memperoleh otoritas penggunaan darurat dari BPOM.

Selain itu, vaksin yang nantinya dipilih juga akan dipastikan sesuai dengan karakteristik masyarakat, dan cocok dengan kondisi sarana serta prasarana di Tanah Air.

Sesuai dengan sarana pendukung lainnya, seperti cold chain,” ucap Wiku Adisasmito.

Seperti yang diketahui, dalam beberapa pekan terakhir terdapat dua kandidat vaksin dari dua perusahaan farmasi yang mengklaim memiliki tingkat efektivitas menangkal Covid-19 hingga 90 persen.

Sesuai dengan sarana pendukung lainnya, seperti cold chain,” ucap Wiku Adisasmito.

Seperti yang diketahui, dalam beberapa pekan terakhir terdapat dua kandidat vaksin dari dua perusahaan farmasi yang mengklaim memiliki tingkat efektivitas menangkal Covid-19 hingga 90 persen.

Dua kandidat vaksin tersebut antara lain adalah vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh korporasi farmasi asal Amerika Serikat, Moderna yang mengklaim efektif hingga 94,5 persen untuk mencegah Covid-19 berdasarkan data sementara dari uji coba tahap akhir.

Kemudian ada vaksin dari perusahaan asal AS yang bermitra dengan perusahaan asal Jerman BioNTech, Pfizer yang juga mengklaim berhasil mencegah infeksi virus hingga 90 persen.

Kedua perusahaan dikabarkan berencana mengajukan izin penggunaan darurat ke otoritas kesehatan AS pada akhir November 2020 mendatang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyambut hasil uji dari Moderna dan Pfizer, tetapi memperingatkan masyarakat dunia agar tidak lengah dari penularan kasus Covid-19

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *