Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan di daerah kepulauan tersebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga lokal.
“Pengelola dapur MBG melibatkan masyarakat lokal yang sebelumnya belum bekerja, kini menjadi produktif. Ini luar biasa,” kata Fadjar usai mengunjungi Dapur MBG di Pulau Pramuka.
Ia mengatakan program MBG yang dijalankan memberikan efek ganda terhadap peningkatan ekonomi warga.
“Pemuda-pemuda di sini bisa mendapat penghasilan Rp100 ribu per hari, bahkan ada yang lebih untuk bagian memasak. Ini tentu sangat membantu ekonomi masyarakat di pulau,” katanya.
Fadjar berharap keberadaan dapur MBG ini bisa terus berlanjut dan berkembang ke pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu, yang memiliki anak-anak usia sekolah.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan melalui kontrol gizi yang ketat. Ahli gizi juga akan selalu mendampingi.
“Dampaknya tidak hanya untuk kesehatan, tapi juga kecerdasan anak-anak kita, agar lebih mudah menerima pelajaran dan membangun masa depan wilayah ini,” ujarnya.
Fadjar menilai pelaksanaan dapur MBG di Kepulauan Seribu telah sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan didukung penuh oleh Pemprov DKI Jakarta.
Saat ini, pengembangan dimulai dari satu dapur di tingkat kabupaten dan akan diperluas sesuai kebutuhan geografis di wilayah kepulauan.
Tak hanya itu, kata dia, program itu juga terbukti mampu memberikan nilai tambah, bahkan terhadap sektor transportasi lokal.
