Categories Nasional Opini

Kenalkan Keanekaragaman Budaya dan Pahami Perbedaan Untuk Cegah Radikalisme

Ratusan siswa siswi di SMPN 1 Kota Jayapura, Selasa (4/6) kemarin kompak mengenakan pakaian adat daerah dari berbagai etnis dan suku yang ada di Indonesia. Ini disesuaikan dengan tema program P5 di sekolah itu, tentang kebhinekaan. Di mana melalui tema 3 itu anak didik diperkenalkan dengan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.

Kepala SMP Negeri 1 Kota Jayapura, Purnama Sinaga mengatakan, Sudah 2 tahun belakangan ini sekolah itu menerapkan kurikulum merdeka terutama di kelas 7 dan 8 saat ini. Setidaknya ada tujuh tema dari kurikulum merdeka yang dilaksanakan.

Dalam satu tahun ini sudah ada tiga tema yang sudah dilaksanakan yaitu, Tema tentang demokrasi, di mana siswa disimulasikan dalam kegiatan pemilu dengan melibatkan anak-anak, di mana anak-anak terlibat langsung dalam pemilihan pengurus OSIS di sekolah itu.

Kemudian tema yang kedua tentang gaya hidup yang berkelanjutan, mereka waktu itu belajar tentang daur ulang, mengolah sampah memilah sampah, Jadi bagaimana mereka menghargai lingkungannya.

“Ketiga ini tema Bhinneka Tunggal Ika, siswa-siswi diperkenalkan dengan keanekaragaman budaya yang ada di negara kita,”ujarnya.

Pihaknya berharap dengan pelaksanaan kegiatan P5 ini akan berdampak pada pembentukan karakter peserta didik terutama dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila , persatuan dan kesatuan, keadilan, Ketuhanan Yang Maha Esa. Semua nilai-nilai Pancasila itu bisa diimplementasikan dalam kehidupannya sebagai warga masyarakat maupun sebagai pelajar.

Dalam kegiatan P5 tema tiga ini, setiap siswa berproses selama 3 bulan, kegiatan-kegiatan yang dilakukan selain mereka mendalami materi-materi atau informasi atau isu-isu yang terkait dengan keberagaman, mereka juga berdiskusi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat.

“Jadi menghadirkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam proses pembelajaran lalu melakukan dialog-dialog,”jelasnya.

Lanjut dia, dari evolusi yang sudah dilakukan sejauh ini, terkait dengan penerapan kurikulum merdeka dan perayaan P5 di sekolah dari 3 tema yang sudah dilaksanakan itu, peserta didik semakin menyadari tentang, perannya dia sebagai pelajar untuk berpartisipasi terhadap lingkungan di sekitarnya, dia sebagai pelajar berperan apa untuk menjawab isu-isu yang sedang terjadi.

“Contoh, dengan Bhinneka Tunggal Ika kita bisa melihat fanatis atau anti radikal, atau yang lainnya yang sejenis, Dengan memahami perbedaan ini bahwa pentingnya itu mereka bersatu. Nah itu bisa membantu untuk mewujudkan kesatuan.

Harapan saya mereka terus belajar, baik di sekolah maupun di lingkungannya. Karena belajar itu tidak saja secara teori tetapi belajar itu juga melalui proses berpikir lewat pengalaman atau kontekstualnya,”pungkasnya

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *