Categories Ekonomi Gunungkidul

Petani Mulai Panen, Pemkab Gunungkidul Pastikan Stok Beras Aman Hingga Lebaran 2024

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memastikan stok beras aman hingga Lebaran 2024. Hal ini dipastikan setelah panen padi di sejumlah wilayah menunjukkan hasil yang memuaskan.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengungkapkan bahwa hingga 22 Maret 2024, panen padi telah dilakukan di 9.460 hektar lahan tanam.

“Pada Februari, luas lahan panen padi ada 1.121 hektar dan di bulan Maret mencapai 8.339 hektar,” jelasnya, Selasa (26/4/2024).

Beberapa wilayah yang telah panen padi antara lain Kapanewonan Panggang, Purwosari, Paliyan, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, Semanu, Ponjong, Karangmojo, Wonosari, Playen, Patuk, Nglipar, Ngawen, dan Semin.

Luas panen ini diperkirakan akan terus meningkat hingga April mendatang. Karena beberapa wilayah, seperti Kapanewon Rongkop, Girisubo dan Gedangsari diprediksi akan panen pada bulan April.

Raharjo menjelaskan, varietas padi yang ditanam di wilayah selatan umumnya adalah padi segreng, sedangkan di daerah lain ada inpari, mapan, dan lainnya.

Pasca panen, para petani umumnya memprioritaskan hasil panen untuk cadangan rumah tangga dan sebagian dijual untuk tambahan penghasilan.

“Beras cadangan pangan masyarakat untuk rumah tangga tani, keluarganya, kalau di Gunungkidul beras untuk mereka. Kalau di desa kan punya hasil panen merasa aman. Semin, Ngawen, Ponjong, Panggang, hingga Purwosari sudah panen. Tapi ya ada yang dijual,” jelasnya.

Dijelaskan, di Kabupaten Gunungkidul, ada dua pola tanam yang biasa dilakukan petani. Ada yang sekali tanam padi lalu beralih ke Palawija, ada yang dua kali tanam padi.

Hal tersebut tek lepas dari kondisi alam Gunungkidul yang merupakan perbukitan kapur serta curah hujan yang turun di wilayah tersebut.

“Kalau curah hujannya bagus, bisa tanam dua kali. Ini terjadi di daerah yang dekat dengan sungai, seperti Playen, Nglipar, dan Gedangsari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menyampaikan bahwa harga beras di tingkat penggilingan stabil dengan kisaran Rp 15 ribu per kilogram untuk beras medium dan Rp 17 ribu per kilogram untuk beras premium.

“Kemungkinan harga akan tetap stabil sampai Lebaran. Dulu premium sampai Rp 18.000 dan ini turun sampai Rp 17.000. Kalau stok aman,” kata Kelik.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *