Categories Uncategorized

Pimpinan Muhammadiyah Jadikan Ramadan Momen Bersatu Pasca Pemilu

Pimpinan Pusat Muhammadiyah berpesan agar bulan suci Ramadan dijadikan momentum untuk meredam konflik dan perpecahan antar kelompok politik pasca Pemilu pada 14 Februari 2024.

Pesan itu disampaikan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Muti dikutip Antara  Senin (11/3).

“Mari kita jadikan Ramadan ini momentum bersatu, memperbaiki kualitas iman dan takwa serta  menghindari perkataan yang memecah belah, menggunjing, dan kotor,” katanya.

Menurut dia, bulan Ramadan harus dijadikan sebagai momentum untuk menciptakan perdamaian antar kelompok serta dijadikan momen untuk membersihkan jiwa dari segala dosa dan sifat-sifat tercela kepada Allah Swt.

“Selama Pemilu 2024 hubungan antar sesama manusia sempat terganggu dan tidak baik, itu harus segera diperbaiki dan kembali bersatu,” kata dia.

Namun demikian, Abdul menekankan, di bulan Ramadan tidak berarti melarang adanya perdebatan atau kritik yang tajam antar kelompok.

“Silakan kritik dilakukan dengan kepala dingin, bukan dengan kepalan tangan atau kemarahan,”katanya.

Sementara Menteri Agama (Menag) Yaqut Chalil Qoumas juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergandengan tangan setelah menjalani kontestasi Pemilu 2024.

“Perbanyak ibadah dan kembali bergandengan tangan pasca kontestasi politik. Perjuangan politik biarkan berlalu, mari sekarang kita berjuang meraih fitri,” kata Yaqut.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *