Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menargetkan relokasi pedagang Teras Malioboro 2 dapat dilakukan mulai 2024 mendatang.
Relokasi perlu dilakukan mengingat lahan Teras Malioboro 2 yang dipakai pedagang saat ini akan dipakai untuk pembangunan Jogja Planning Gallery (JPG) pada 2025.
“Ya kita selesaikan dulu bangunannya, bangunannya belum berdiri, ya harapan kita 2024 sudah mulai,” kata Sri Sultan usai menghadiri perayaan HUT Teras Malioboro 1, Selasa (7/2/2023).
Tidak hanya lahan Teras Malioboro 2, kantor DPRD DIY yang berada tepat di sebelahnya juga akan dipindah karena terimbas pembangunan JPG.
Lokasinya di Jalan Kenari, Kota Yogyakarta dengan target pemindahan pada 2025 mendatang.
“Tahun 2025 DPRD ya dipindah,” tutur Raja Keraton Yogyakarta ini.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengatakan untuk tempat relokasi pedagang, Pemda DIY sudah merampungkan proses pembebasan lahan seluas 2.000 meter yang berlokasi di utara Teras Malioboro 1.
Dalam pembebasan tersebut Pemda DIY menghabiskan anggaran sebesar Rp 40 miliar yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
“Pembebasan yang samping sudah selesai, sudah ada DED (Detail Engineering Design) nanti kita matur ke Ngarso Dalem (Sri Sultan) bentuk dan desain (bangunannya),” papar Siwi.
Advertisement by
Siwi mengaku bahwa lahan tersebut belum cukup untuk menampung seluruh pelaku usaha di Teras Malioboro 2. Karenanya, Pemda DIY juga akan melakukan pembebasan lahan di kawasan Ketandan. Luas lahan yang akan dibebaskan diperkirakan mencapai sekitar 3,500 meter.
“Anggarannya belum tahu dan di sana mayoritas lahan yang dibebaskan itu lahan pribadi,” katanya.
Nantinya, kawasan Teras Malioboro akan terintegrasi tempat parkir Beskalan yang saat ini juga dikelola oleh Pemda DIY.
“Beskalan kan juga sudah punya Pemda DIY nanti kita akan sambungkan ke sana karena tahun kemarin juga sudah dibebaskan beberapa lahan kita nyambung sehingga terkoneksi jadi satu kawasan lah,” katanya.
