COVID-19 di Indonesia menunjukkan tanda-tanda kenaikan sejak beberapa hari terakhir. Tentunya, upaya penanganan harus terus dilakukan oleh semua pihak. Kedisiplinan akan prokes tetap harus dijaga oleh semua pihak.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon, dr Edy Sugiarto MKes dalam keterangannya, penambahan dalam beberapa waktu terakhir ini terus terjadi. Meskipun demikian tidak begitu signifikan pada saat gelombang sebelumnya terjadi.
“Pandemi Covid-19 kondisinya hari ini ada penambahan empat pasien, menjadi total pasien yang dirawat 23 pasien per hari ini. Ada juga yang sembuh tiga orang. Sehingga penambahan kasus aktif cuma satu,” ujar Edy kepada awak media, kemarin.
Menurutnya, pandemi Covid-19 ini ke depannya kemungkinan bisa terjadi kenaikan. Pasalnya, sebelumnya sempat melandai, namun kembali meningkat secara perlahan. Untuk itu, Edy mengimbau prokes untuk tetap dilakukan.
“Prokes harus dijaga. Tapi intinya kami pastikan daya gempurnya memang lebih ringan. Rata-rata isolasi mandiri di rumah dan bisa sembuh. Jadi tidak menunjukan gejala klinis yang parah,” katanya.
Ke depannya, menurut Edy pelaksanaan vaksinasi booster harus terus dilaksanakan oleh semua pihak. Apalagi, sampai saat ini vaksinasi booster di Kota Cirebon baru mencapai target sekitar 29,34 persen atau sekitar 76.941 pasien dari total 262.198 pasien yang ditargetkan.
“Jadi masalahnya memang waktu itu dari pusat cukup dua dosis, jadi masyarakat agak kendor. Sekarang masih terus digencarkan. Kita ingin bisa mencapai target secepatnya,” tandasnya.
JUMLAH VAKSIN
Pelayanan vaksinasi Covid-19 masih dilakukan di sejumlah puskesmas di Kota Cirebon. Dinas Kesehatan (Dinkes) juga diminta kembali menghitung ketersediaan vaksin yang ada saat ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi menjelaskan saat ini layanan vaksinasi Covid-19 masih dilakukan di puskesmas di Kota Cirebon. “Kita juga sudah minta kepala dinas Kesehatan untuk tetap memberikan pelayanan booster di puskesmas,” tutur Agus, yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Cirebon.
Seperti diketahui, saat ini ada ketentuan baru untuk melakukan perjalanan keluar kota. Yaitu harus sudah dilengkapi dengan vaksinasi booster. Bagi yang belum melakukan vaksinasi booster maka harus melakukan tes antigen pada H-1.
Untuk itu, layanan vaksinasi termasuk vaksinasi booster tetap dilakukan di puskesmas. Bahkan puskesmas juga telah memiliki jadwal layanan vaksinasi Covid-19. Masyarakat juga dipersilahkan mendatangi puskesmas jika ingin mendapatkan vaksinasi tersebut.
Namun Agus juga meminta kepada Dinkes Kota Cirebon untuk segera mendata stok vaksin yang ada di lingkungan dinas kesehatan. Sehingga dapat diketahui secara pasti jumlah stok vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini.
“Saat ketersediaan vaksin memadai maka dimungkinkan untuk melakukan vaksinasi secara massal seperti yang sebelumnya dilakukan,” tutur Agus.
