Papua – Tokoh adat Sentani, Yanto Eluay menyampaikan pesan kepada pemuda Papua agar momentum peringatan Sumpah Pemuda 2020 dapat menjadi perubahan pemuda ke depan. Yanto Eluay menyatakan, sesuai dengan tema peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020 yaitu bersatu dan bangkit maka pemuda Papua diharapkan bisa mengaplikasikan semangat sumpah pemuda tersebut.
“Semua pemuda Papua harus bangkit menjadi pilar pembangunan terutama bagi perubahan bangsa. Mari kita bersama-sama mensejahterahkan masyarakat Papua dimana pada peringatan sumpah pemuda pertama ada keterwakilan Pemuda Papua ikut di dalamnya,” kata Yanto Eluay, Rabu (28/10).
Oleh karena itu, peringatan hari sumpah pemuda ini bisa menjadi bahan untuk intropeksi diri bagaimana sejak saat itu sampai saat ini Papua menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dikatakan dia, jika masih ada pemuda Papua yang masih berbeda pendapat yang dapat menghambat pembangunan dan kesejahteraan, maka sudah waktunya bangkit dan bersatu serta menjadi pelopor pemersatu bangsa bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Mari kita bersama-sama mengisi kemajuan bangsa besama-sama dengan pemerintah dengan seluruh pemuda dan rakyat. Kita pemuda harus bersatu bangkit membangun Papua melalui program pemerintah pusat apalagi dengan adanya Otsus,” katanya.
Lanjut Yanto Eluay bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut, pihaknya dari anak-anak atau putra/putri tokoh-tokoh Papua yang teribat dalam Pepera melakukan deklarasi berdirinya satu organisasi kemasyarakatan yaitu Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5).
“Ormas ini terdiri putra/putri, anak-anak, cucu-cucu dari tokoh Pepera yang terlibat pada tahun 1969 dalam memutuskan Papua bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI,” tegasnya.
