Yorrys Raweyai: Otsus Dibutuhkan dan Harus Tetap Ada

Yorrys Raweyai: Otsus Dibutuhkan dan Harus Tetap Ada

Ketua Forum Komunikasi dan Aspirasi MPR RI untuk Papua (MPR RI For Papua), Yorrys Raweyai menilai otonomi khusus (otsus) Papua masih diperlukan guna mengatasi persoalan-persoalan yang ada. 

Karena itu, ia berterima kasih atas keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menambah anggaran otsus Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi Rp 7,8 triliun. 

“Otsus dibutuhkan dan masih harus tetap ada. Kita bersyukur kemarin dalam pidato kepresidenan akan menambah anggaran otsus,” ujar Yorris dalam webinar ‘Otsus dan Masa Depan Papua’ yang diselenggarakan Forum Jogja Rembug (FJR), Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia (Ikami) Sulawesi Selatan, dan Indonesia Democracy Network (IDN), Kamis (21/8/2020). 

Menurut Yorris, semangat yang hadir dalam otsus awalnya ialah spirit reformasi ’98, untuk memperbaiki tanah Papua. Kendati, kekinian tetap diperlukan evaluasi, agar tujuan otsus bisa semakin tepat sasaran. 

“Saat ini kita semua yang ada saat ini bisa melihat bagaimana hasilnya otsus. Hampir di setiap tingkatan dan daerah ada sekolah-sekolah menegah atas dan kejuruan yang bisa meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Papua. Semua hasil produk pembangunan sejak ’66 sampai sekrang kita bisa menikmatinya bersama, dalam kerangka Negara Kesatuan republik Indonesia,” papar anggota DPD RI dari daerah pemilihan Papua ini.

Senada, Staf Khusus Millenial Presiden Jokowi, yang juga tokoh muda Papua, Billy Mambrasar, menilai kebijakan otsus harus terus berlanjut. Dana otsus nantinya diharapkan lebih besar dialokasikan untuk kepentingan pendidikan dan rakyat kecil.

“Otsus di Papua sangat perlu dilanjutkan dan dibutuhkan oleh masyarakat Papua dan Papua Barat dengan menitikberatkan aspek pendidikan dan berpihak kepada masyarakat kecil dan masih harus tetap ada,” kata Billy. 

“Karena pendidikan adalah langkah awal untuk membangun sumber daya manusia yang bisa berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” imbuhnya. 

Ia secara pribadi merasakan betul manfaat dana otsus yang menjadi beasiswa saat dirinya mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. 

“Saya salah satu putra Papua yang merasakan dana otsus melalaui pendidikan beasiswa di ITB,” kata dia. 

Sementara, Peneliti IAN, Sorong, Papua Barat, Profesor Ismail Suardi Wekke, mengajak seluruh pihak yang memiliki latar belakang berbeda untuk menyukseskan otsus Papua. Partisipasi semua elemen ini penting, karena seberapa pun besarnya dana otsus, jika tak ada dukungan banyak pihak, menurutnya kebijakan tersebut akan kandas. 

Ia pun berharap program atau alokasi anggaran otsus tepat sasaran. 

“Otsus Papua harus tepat sasaran serta kita menginginkan anak-anak Papua tetap menikmati akses pendidikan dan kesehatan,” jelasnya. 

Pegiat Isu Papua yang juga Direktur Ikami Talk, Annalia Bahar mengingatkan agar kebijakan otsus Papua dikawal secara bersama-sama. Sehingga apa yang menjadi tujuan dari kebijakan tersebut bisa tercapai. 

“Otsus yang pemerintah berikan kepada masyarakat Papua itu kita harus dukung, lalu akan menjadi PR kita bersama untuk mengawal kebijakan ini,” tandasnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *