Deklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Pengamat: Hati-hati Soal Makar

Deklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Pengamat: Hati-hati Soal Makar

Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah dilaksanakan tepat satu hari setelah HUT ke-75 Republik Indonesia, yakni pada Selasa, 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi, Jakarta.

Deklarasi KAMI tersebut diikuti oleh tokoh-tokoh yang dikenal secara luas di Indonesia. Din Syamsuddin yang merupakan mantan ketua PP Muhammadiyah, mengemukakan alasan didirikannya KAMI.

 Din Syamsuddin menyatakan bahwa alasan didirikannya KAMI karena adanya persamaan pikiran dan pandangan dalam kehidupan kenegaraan Indonesia yang akhir-akhir ini telah menyimpang dari cita-cita nasional dan nilai dasar yang disepakati para pendiri bangsa.

“Bila perlu berdiskusi, berdebat, kamis siapkan (data). Karena kami yakin dengan apa yang kami nyatakan itu berbasis ilmu pengetahuan,” ucap Din Syamsuddin saat Konferensi Pers secara daring pada Sabtu, 15 Agustus 2020.

Pengacara dan pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia, Indriyanto Seno Adji, mengingatkan agar KAMI bersikap konstitusional dalam menyampaikan kritikan terhadap pemerintah karena pernyataan kebebasan berpendapat secara politik tidak pernah bersifat absolut tanpa batas.

Kritik tidak boleh bersikap tendensius dan subjektif karena bisa menyebabkan kebencian, ejekan, atau penghinaan.

Pernyataan mengenai pemerintah membiarkan masuknya militer Tiongkok dengan alasan Tenaga Kerja Asing (TKA) dan tuduhan mengenai munculnya PKI gaya baru yang dibiarkan oleh pemerintah adalah salah satu pendapat yang disoroti Indriyanto.

Tuduhan tersebut mengarah paada isu bahwa Presiden Jokowi telah melanggar konstitusi dengan melanggar politik bebas aktif.

Kritik atau pernyataan seperti itu bisa digolongkan dalam sifat strafbaar (tindak pidana) dan juga bisa mengarah kepada makar.

Selain pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji, politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Wanto Sugito, menyebut deklarasi KAMI sebagai manuver politik.

Wanto juga mengoentari mengenai suasana deklarasi yang terkesan tidak disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 karena banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker pada acara tersebut.

Di sisi lain, Din Syamsuddin menyebutkan deklarasi ini didukung oleh 150 tokoh yang bergabung.

Di antara para tokoh itu adalah Rachmawati Soekarnoputri, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, mantan Menteri Kehutanan MS Ka’ban, Rocky Gerung, dan Ketua Umum FPI Sobri Lubis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *