Categories Budaya

Strategi Memerangi Radikalisme Melalui Vaksin Kebangsaan

Melalui lembaga pemerintah BNPT awal januari 2023 menggagas upaya menanggulangi narasi radikalisme. Melalui konsep lima vaksin kebangsaan, BNPT berupaya menanggulangi gelombang arus radikalisme. Adapun kelima vaksin kebangsaan tersebut yaitu transformasi wawasan kebangsaan, revitalisasi nilai-nilai Pancasila, moderasi beragama, pelestarian akar budaya bangsa dan transformasi pembangunan kesejahteraan.

Konsep vaksin kebangsaan dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat rasa solidaritas dan patriotisme dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep ini menekankan pentingnya vaksin kebangsaan sebagai tanggung jawab bersama untuk memerangi gelombang radikalisme dan membangun kebersamaan.

Harapannya implementasi dari lima vaksin kebangsaan tersebut tidak bisa hanya dilakukan BNPT semata. Sebab, dalam melawan intoleransi, radikalisme dan terorisme dibutuhkan kerja sama semua pihak.

Selanjutnya, dalam konsep radikalisme yang berkembang, konsep vaksin kebangsaan menjadi alat untuk memperkuat sentimen nasionalisme yang eksklusif dan memerangi diskriminasi terhadap kelompok minoritas.

Ini adalah perwujudan dari intoleransi dan kebencian yang muncul sebagai akibat dari pandangan sempit kaum radikalis. Narasi radikalisme ini memperburuk situasi sosial dan membuka jalan bagi pembentukan kelompok-kelompok ekstremis yang lebih luas dan lebih berbahaya di masyarakat.

Vaksin kebangsaan yang sejalan dengan nilai-nilai inklusif, yang memperkuat solidaritas dan persatuan, dapat menjadi alat untuk memerangi intoleransi dan radikalisme. Konsep ini dapat menjadi dasar untuk membangun kepercayaan antar kelompok dan memperkuat jaringan solidaritas yang inklusif.

Vaksin kebangsaan yang inklusif juga harus memperkuat kerja sama antara kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat. Ini dapat dicapai dengan memperkuat jaringan komunitas dan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang kemanusiaan dan sosial.

Jika kita bedah, yang pertama vaksin kebangsaan dimulai atas wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai suatu pemahaman yang mendalam tentang negara, budaya, dan nilai-nilai yang dibangun oleh suatu bangsa. Wawasan kebangsaan yang kuat dapat membantu mencegah radikalisme dan ekstremisme di masyarakat.

Jika dianalisis lebih dalam, salah satu faktor yang dapat memicu radikalisme adalah kurangnya rasa bangga terhadap negara dan kebangsaan. Jika seseorang tidak memiliki rasa bangga terhadap negaranya, maka mereka cenderung mudah terpengaruh oleh narasi radikal yang menyerang negara atau pemerintah.

Dalam hal ini, wawasan kebangsaan dapat membantu mencegah radikalisme dengan memperkuat rasa cinta dan bangga terhadap negara. Seseorang yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat akan memahami sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang dibangun oleh negaranya. Hal ini akan membentuk rasa solidaritas dan rasa kebersamaan yang kuat antara warga negara.

Selain itu, wawasan kebangsaan yang kuat juga dapat membantu mencegah radikalisme dengan memperkuat nilai-nilai toleransi dan pluralisme. Negara yang berdasarkan pada nilai-nilai toleransi dan pluralisme akan menghargai perbedaan dan memperkuat kerjasama antar kelompok. Hal ini akan membuat sulit bagi kelompok-kelompok radikal untuk memecah-belah masyarakat.

Kedua adalah revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Pancasila sebagai ideologi negara mengandung nilai-nilai pentingnya toleransi dan keragaman. Nilai ini berbicara tentang pentingnya menghargai perbedaan dalam masyarakat dan menciptakan kerja sama di antara kelompok yang berbeda. Dalam konteks radikalisme, Pancasila membantu mencegah paham-paham ekstremis yang menghendaki dominasi satu kelompok atas kelompok lain.

Pancasila menekankan pada pentingnya persatuan dan kesatuan. Dalam Pancasila, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi tujuan utama yang harus dicapai. Dalam hal ini, Pancasila membantu mencegah terjadinya perpecahan dan konflik yang muncul dari paham-paham ekstremis yang ingin memecah belah bangsa.

Ketiga, moderasi beragama sebagaimana termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 merupakan sikap mengurangi kekerasan, atau menghindari keekstreman dalam cara pandang, sikap, dan praktik beragama. Moderasi beragama membantu mencegah terjadinya pemahaman agama yang sempit dan eksklusif.

Sikap moderat beragama mendorong individu untuk memahami agama dengan perspektif yang lebih luas dan terbuka, sehingga dapat menghindari tafsir agama yang menyimpang dan berpotensi membawa pada paham radikal. Lalu, moderasi beragama memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dan kerukunan antarumat beragama. Dalam prakteknya, moderasi beragama akan menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati keberagaman, serta menjaga keseimbangan antara hak individu dalam beragama dengan kepentingan umum masyarakat.

Moderasi beragama mendorong adanya dialog antarumat beragama dan membuka ruang diskusi yang sehat dan konstruktif mengenai perbedaan-perbedaan dalam agama. Dalam dialog ini, individu dapat memahami perbedaan yang ada dengan lebih baik.

Selanjutnya dengan pelestarian akar budaya. Sebagai negara dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, maka sudah wajib bagi masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak lupa akan akar luhur budaya bangsa.

Akar budaya bangsa merupakan warisan yang sangat berharga dari nenek moyang kita, termasuk nilai-nilai budaya, adat istiadat, tradisi, dan kepercayaan. Pelestarian akar budaya bangsa merupakan upaya untuk mempertahankan dan menjaga warisan budaya tersebut agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Pelestarian akar budaya bangsa memegang peranan penting dalam menjaga identitas bangsa dan memperkukuh persatuan serta kesatuan bangsa. Dalam konteks ini, pelestarian akar budaya bangsa menjadi sebuah kewajiban bagi setiap individu dalam masyarakat. Salah satu upaya untuk melestarikan akar budaya yaitu dengan meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Hal itu dapat dilakukan dengan memperkenalkan budaya tersebut kepada generasi muda melalui pendidikan formal dan nonformal. Selain itu, juga dapat diadakan kegiatan-kegiatan seperti festival budaya, pameran seni, dan pertunjukan budaya sebagai upaya untuk memperkenalkan dan memperkuat identitas budaya bangsa.

Vaksin kebangsaan terakhir yaitu dengan transformasi pembangunan kesejahteraan. Aspek ini melihat bagaimana program pemerintah bisa memaksimalkan dalam menjalankan program menuju kesejahteraan masyarakatnya. Dengan demikian maka masyarakat tidak ada yang merasa termarginalkan.

Hal ini sebagai solusi mengingat masyarakat yang masuk kategori marginal kerap kali dimanfaatkan atau mudah dipengaruhi kelompok terorisme. Oleh sebab itu, butuh perhatian pemerintah bagi masyarakat marginal khususnya dalam hal peningkatan kesejahteraan.

Dengan demikian dengan mengaplikasikan lima vaksin kebangsaan dalam masyarakat dilakukan sebagai jalan strategis menangkal gelombang radikal. Vaksin kebangsaan harus kita jadikan sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan bernegara. Marilah bersinergi bersama menjaga persatuan dan kesatuan di tengah era disrupsi, transformasi politik dan gelombang radikalisasi.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *