Stimulus Usaha Kecil Gerakkan Ekonomi Nasional

Stimulus Usaha Kecil Gerakkan Ekonomi Nasional

PRESIDEN Joko Widodo kembali memberikan bantuan modal kerja kepada sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemarin, bantuan modal kerja diberikan kepada sejumlah pelaku usaha mikro dan kecil yang berdomisili di Bogor, Jawa Barat.

Bantuan sebesar Rp2,4 juta itu diserahkan langsung oleh Presiden kepada tiap-tiap penerima manfaat di Istana Kepresidenan, Bogor.

Jokowi meminta bantuan tersebut dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, yakni untuk menambah modal usaha.

Di tengah pandemi, situasi ekonomi memang menjadi sangat tertekan. Pembatasan sosial yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir telah membuat berbagai aktivitas produksi dan konsumsi terganggu.

Namun, ia meminta masyarakat di Tanah Air tetap bersyukur. Pasalnya, banyak negara lain yang mengalami keterpurukan lebih parah daripada Indonesia.

“Semua negara, 215 negara itu juga terkena. Bahkan banyak yang lebih parah daripada kita,” ujar Jokowi.

Kepala Negara juga meminta seluruh masyarakat untuk terus berjuang karena berdasarkan data yang dikumpulkan, tren perekonomian pada Juli mulai merangkak naik, lebih baik daripada Mei dan Juni.

“Data yang saya punyai kemarin mulai Juni sudah mulai naik. Insya Allah, Juli dan Agustus akan lebih naik lagi sehingga kita bisa berada pada posisi yang normal kembali,” ucapnya.

Pemberian bantuan modal kerja kali ini ialah yang keempat yang disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi.

Secara total, pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp28 triliun untuk dibagikan kepada 12 juta pedagang kecil, baik asongan, kaki lima, keliling, maupun rumahan.

Tiap-tiap pedagang akan memperoleh bagian sebesar Rp2,4 juta yang diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan modal usaha.

Direktur CoRE Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan bantuan modal kerja untuk para pelaku usaha mikro merupakan langkah yang tepat.

Pasalnya, menurut Faisal, bantuan untuk usaha mikro ini merupakan langkah cepat pemerintah untuk menyelamatkan pelaku usaha agar tetap berusaha di tengah tekanan wabah pandemi covid-19.

“Bantuan ini memang penting walaupun cakupannya baru untuk 12 juta usaha mikro. Kalau dibanding dengan jumlahnya yang puluhan ribu di Indonesia, ini memang kecil cakupannya, tetapi tetap penting,” katanya.
Kredit modal kerja

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan empat bank badan usaha milik negara (BUMN) hingga pekan lalu telah menyalurkan kredit modal kerja sebesar Rp36 triliun. Padahal, dana pemerintah yang ditempatkan bank pelat merah untuk kredit modal kerja bagi UMKM itu sebesar Rp30 triliun.

“Ini sedikit di atas janji perbankan. Perbankan janji menyalurkan kredit tiga kali lipat dari total penempatan dana pemerintah yang Rp30 triliun. Jadi, total Rp90 triliun. Namun, ini dalam satu bulan sudah Rp36 triliun,” kata Febrio, kemarin.

‘’Ini sudah on-track dan semoga ini terus tercipta modal kerja baru dan aktivitas ekonomi bisa sustain agar masyarakat terutama tenaga kerja bisa kerja lagi. Ini kita harapkan menjadi stimulus yang menghasilkan multiplier effect,’’ tambahnya.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan pihaknya saat ini tengah fokus menyalurkan kredit ke sektor produksi untuk membantu memulihkan ekonomi nasional dari dampak pandemi covid-19. Hasilnya, penyaluran kredit bersubsidi itu telah mencapai Rp7,03 triliun kepada 84.500 debitur pada periode Januari-Juni 2020, atau 39,7% dari target sepanjang tahun.

Sumber: https://mediaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *