Sisir Corona, Sleman Targetkan 1.000 Uji Swab Setiap Minggu

Sisir Corona, Sleman Targetkan 1.000 Uji Swab Setiap Minggu

Untuk terus menekan kasus persebaran Covid-19, Pemkab Sleman berencana melakukan uji swab secara massal. Targetnya, dalam sepekan 1.000 orang akan diuji swab.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan uji swab tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi penyebaran Covid-19 di Sleman. Tes swab massal tersebut dilakukan juga sesuai dengan anjuran ahli epidemiologi agar Pemkab lebih memperbanyak melakukan uji swab dibandingkan rapid test. “Kalau kami mengetahui hasilnya [uji swab], maka arah kebijakan bisa lebih jelas,” kata Sri, Kamis (23/7/2020).

Pemkab, katanya, akan menyasar sejumlah titik untuk uji swab massal ini. Selain para tenaga kesehatan, uji swab juga difokuskan ke sejumlah pesantren. Alasannya, saat ini santri-santri di sejumlah pesantren baru berdatangan. “Mereka berasal dari berbagai daerah. Nah untuk memberikan rasa aman, harus dipastikan dulu keamanan santri, ustad dan kyai agar tidak terjadi transmisi lokal dan proses belajar di Pesantren aman,” kata Sri.

Sebenarnya, lanjut Sri, sejumlah pesantren sudah menerapkan protokol kesehatan. Misalnya di Pesantren Pandanaran, Sleman, santri yang datang dicek kesehatannya sebelum memasuki asrama. Sementara para pengantar, tidak diperkenankan masuk area pesantren. “Itu di Pesantren Pandanaran. Tapi ada juga pesantren yang masih belum siap menerapkan protokol kesehatan sehingga belum menerima santri,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menjelaskan sasaran swab tingkat paling atas adalah para tenaga medis. Urutan kedua adalah lembaga pendidikan yang memiliki asrama. Seperti pesantren ataupun seminari. “Ketiga tempat berkerumun, bisa pasar, mall, supermarket dan lokasi lainnya yang akan disasar,” katanya.

Untuk uji swab nakes, sebelumnya meskipun sebagian sudah dilakukan. Namun sebagian lainnya akan menjalani uji swab. Pekan depan, Dinkes berencana untuk melakukan uji swab untuk pesantren. “Target sehari 100 swab atau seminggu 1000 swab. Selama lima minggu atau 5000 swab yang kami targetkan,” katanya.

Disinggung soal besaran anggaran terkait gerakan uji swab ini, Joko menjelaskan jika swab dalam rangka program (skrining dan tracing) ditanggung pemerintah. “Kalau atas permintaan sendiri baru berbayar, variasinya masih sangat lebar antara satu lab dengan lab lainnya,” katanya.

Sumber : https://news.harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *