Sosok Penyejuk Umat, NU Bali Dukung KH Miftachul Akyar Jadi Ketum MUI Pusat

Sosok Penyejuk Umat, NU Bali Dukung KH Miftachul Akyar Jadi Ketum MUI Pusat

Masa kepengurusan MUI Pusat dibawah kendali KH. Makruf Amin akan segera berakhir tahun ini.

Wacana bursa Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pun mulai mengemuka. Suara-suara dari daerah mulai bermunculan.

Sekadar diketahui, saat ini Ketua Umum MUI Pusat masih dipimpin oleh KH Makruf Amin yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

edang KH Miftahul Akhyar  saat ini masih menjabat sebagai Rais Aam PBNU.

Ketua PWNU Provinsi Bali H Abdul Aziz ketika dikonfirmasi menegaskan, untuk sosok Ketua Umum MUI Pusat selayaknya di pimpin oleh ulama yang mempunyai kapasitas keilmuan agama yang memadai.

“Hal terpenting juga adalah wawasan kebangsaan yang cukup, sehingga menjadi pengayom dan penyejuk terhadap umat,” tegas H. Abdul Aziz, Senin 24 Agustus 2020.

Untuk kriteria tersebut lanjutnya, sosok  KH Miftachul Akhyar sangat mumpuni dan menjadi harapan umat.

Terlebih lanjutnya, MUI merupakan lembaga tempat berhimpunnya ormas-ormas Islam.

Karena itu tambahnya, butuh sosok yang mumpuni yang mampu menjembatani seluruh kepentingan umat Islam kedepan.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Denpasar H. Pujianto menilai KH Miftachul Akhyar  yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftahussunnah Surabaya, ini dinyatakan layak memimpin MUI Pusat menggantikan KH. Makruf Amin.

“Saya Ketua PCNU Kota Denpasar mendukung dan menyauarakan yang saat ini sebagai Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar untuk memimpin MUI Pusat periode kedepan,” tandasnya.

Menurutnya, sosok KH Miftachul Akhyar cocok dari semua sisi. Baik dari segi kelimuan, pengalaman maupun kapasitasnya dalam organisasi masyarakat (ormas).

“Dalam penilaian kami Pak Kyai Miftachul Akhyar punya kapabilitas baik dari segi kelimuan, pengalaman maupun kapasitasnya dalam organisasi masyarakat,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, KH.Miftachul Akhyar   lahir di Surabaya, 1 Januari 1953. Kapasitasnya, adalah seorang ulama dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2018-2020, yang ditetapkan pada Rapat Pleno PBNU pada Sabtu, 22 September 2018  lalu.

H. Kyai Miftah menggantikan KH. Ma’ruf Amin yang resmi mengundurkan diri dari posisi Rais Aam PBNU karena maju sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019 lalu.

Sumber : denpasarupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *