Soal Rusuh Demo RUU HIP, KPAI Minta Pelajar Tak Dilibatkan dalam Demonstrasi

Soal Rusuh Demo RUU HIP, KPAI Minta Pelajar Tak Dilibatkan dalam Demonstrasi

Suarayogyakarta – KPAI angkat bicara soal adanya sejumlah pelajar yang ikut merusuh dalam demo menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan RUU HIP, Kamis (16/7) lalu. Polisi kini tengah menyelidiki kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi.

Susanto, Ketua KPAI, meminta agar usia anak termasuk pelajar tidak dilibatkan dalam aksi atau kegiatan demonstrasi. Menurutnya, aksi demo rawan berakibat hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami mengimbau semua pihak agar usia anak termasuk pelajar tidak dilibatkan dalam kegiatan demonstrasi. Karena demonstrasi rentan menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan,” kata Susanto, Jumat (17/7).

Susanto mengaku, Juni lalu, KPAI sudah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian maupun lembaga. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi keterlibatan anak dalam demonstrasi.

“Sebagai bentuk antisipasi demonstrasi, KPAI pada tanggal 3 Juli 2020 lalu, juga telah melakukan koordinasi dengan stakeholders baik kementerian maupun lembaga untuk mengantisipasi dan mencegah adanya demonstrasi yang melibatkan anak. Karena anak rentan dilibatkan,” ujarnya.

Polisi tangkap perusuh saat demo RUU HIP

Polisi menyebut, para pelaku yang ditangkap rata-rata merupakan pelajar dan pengangguran. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

“Dari 20 tersebut hampir rata-rata adalah pelajar. Ada juga orang pengangguran sebagian besar,” kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (17/7).

Yusri menyatakan, saat ini pelaku yang diamankan tengah dimintai keterangan di Polda Metro Jaya. Pihaknya tengah menyelidiki dugaan aktor intelektual atau ada yang mendanai sehingga membuat kerusuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *