Singgung PKI, Pernyataan Gatot Nurmantyo Berpotensi Memecah Belah Umat

Singgung PKI, Pernyataan Gatot Nurmantyo Berpotensi Memecah Belah Umat

Pernyataan Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo berpotensi memecah belah umat di saat situasi seperti ini.

Hal itu disayangkan pengamat politik Wempy Hadir, Jumat (25/9). Dia menyayangkan sikap Gatot Nurmantyo terkait pernyataannya soal kebangkitan PKI dan Komunis.

“Menurut saya dalam situasi bangsa kayak begini narasi-narasi begitu dari seorang mantan panglima itu sangat kontraproduktif, Tidak bisa lagi bicara soal hal-hal yang destruktif, hal-hal yang dapat memecah belah bangsa,” ujarnya.

Pasalnya, Gatot merupakan mantan panglima TNI yang seharusnya menjadi teladan baik bagi warga Indonesia.

Demikian disampaikan oleh direktur Indopoling Network itu melalui pesan singkatnya dikutip dari PojokSatu.id di Jakarta.

“Gatot ini jenderal bintang empat, mestinya filosofi orang berbintang itu sudah melampaui orang lain, dia sebagai penuntun arah,” ungkapnya.

Selain itu, kata Wempy, pernyataan kontoversial Gatot tersebut juga dinilai dapat merusak elektabilitasnya sebagai pensiun jendral bintang empat.

“Pertama, saya kira itu akan merusak Pak Gatot di mata publik. Kedua, orang melihat bahwa agak sedikit kontras posisinya sebagai mantan panglima dengan beban bintang di pundaknya,” tuturnya.

“Entah perkara benar atau tidak benar itu urusan lain, tapi apa yang dibuat oleh Pak Gatot itu bisa menimbulkan gesekan- gesekan di masyarakat, apalagi bicara soal PKI,” pungkasnya.

Sebelumnya, lewat kanal YouTube Hersubeno Point, Gatot menyatakan bahwa pergantian jabatannya sebagai panglima TNI berkaitan dengan instruksinya untuk memutarkan film G30S/PKI.

“Saat saya menjadi panglima TNI, saya melihat itu semuanya maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton G30S/PKI. kata Gatot dalam sebuah tayangan YouTube, Rabu (23/9).

“Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai saya sebut saja PDI menyampaikan, ‘Pak Gatot, hentikan itu. Kalau tidak, Pak Gatot akan diganti’,” terangnya.

“Saya bilang, ‘Terima kasih’, tapi justru saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya, dan benar-benar saya diganti,” kata Gatot.

Namun, hal tersebut dibantah oleh Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian.

Ia mengatakan, bahwa pergantian mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo tak ada kaitannya dengan pemutaran film G30S/PKI.

Hal itu disampaikan Donny menanggapi pernyataan Gatot yang menyatakan ia diganti sebagai panglima TNI karena menginstruksikan pemutaran film G30S/PKI di institusi TNI.

“Kalau untuk itu kan karena memang sudah masa jabatan Pak Gatot sudah selesai dan memang sudah waktunya pergantian rutin pimpinan TNI. Jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemutaran G30S,” kata Donny kepada wartawan, Rabu (23/9).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *