Sekjen PPJNA 98 Desak Polisi Usut Senpi Milik FPI di Tragedi KM50

Sekjen PPJNA 98 Desak Polisi Usut Senpi Milik FPI di Tragedi KM50

Suarayogyakarta.com – Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98, Abdul Salam Nur Ahmad menyampaikan, bahwa temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam upaya mengungkap kasus tewasnya 6 laskar khusus Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Jalan Tol Jakarta – Cikampek perlu disikapi serius, yakni terkait kepemilikan senjata api oleh laskar FPI yang ditemukan oleh Kepolisian.

“Terkait temuan dan rekomendasi Komnas HAM terjadinya tembak menembak, serta laskar FPI menggunakan pistol rakitan. Hal ini harus diusut asal senjata api yang dibawa laskar FPI berasal dari mana,” kata Abdul Salam dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (9/1/2021).

Apalagi kata Abdul Salam, temuan Komnas HAM terkait dengan sikap yang dipilih oleh 6 laskar FPI untuk menunggu rombongan kepolisian yang tengah melakukan tugasnya, termasuk aksi tabrakan dan tembak-tembakan juga tidak bisa dibenarkan.

Ia menduga ada upaya lain yang diambil oleh 6 laskar tersebut sehingga peristiwa berdarah di KM 50 sampai terjadi.

“Perlawanan terhadap aparat keamanan dengan menggunakan senjata api itu tidak bisa dibenarkan, bahkan bisa menjadi bagian dari aksi terorisme,” ujarnya.

Bagi aktivis 1998 ini, penuntasan kasus hukum dalam peristiwa itu harus didukung dengan tegas. Apalagi, tentang kepemilikan senjata api yang ditemukan dari tangan laskar FPI juga perlu menjadi perhatian banyak kalangan, jangan sampai ada ormas yang memiliki senjata secara sembarangan dan bisa mengancam nyawa orang lain.

“Tegakan hukum usut tuntas asal usul kepemilikan senjata api yang digunakan laskar FPI tersebut, ini persoalan serius,” tutupnya.

Persoalan pengusutan kepemilikan dan asal-usul senjata api yang dibawa oleh laskar FPI dalam iring-iringan pengawalan Habib Rizieq Shihab dari kawasan Megamendung sampai Karawang tersebut juga menjadi salah satu poin rekomendasi Komnas HAM pada hari Jumat (8/1) kemarin.

“Mengusut lebih lanjut kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh Laskar FPI,” kata komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *