suarayogyakarta – Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin cs yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebelumnya kerap kali muncul dan bersuara.
Akan tetapi, sejak sejumlah pentolan gerakan itu tersandung kasus hukum dan ditangkap polisi, mereka jarang muncul.
Di antaranya adalah Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana.
Padahal sebelumnya, Gatot selalu muncul. Baik dalam setiap deklarasi sampai tabur bunga di makam pahlawan.
Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno menyatakan, penangkapan sejumlah petinggi KAMI itu jelas berpengaruh pada pergerakan KAMI.
Sebab, usai ditangkap polisi, Gatot Cs malah tak terlihat lagi manuver-manuvernya.
“Kalau KAMI tak bersuara lagi, publik akan menilai KAMI hanya seumur jagung. Jejaknya tak berbekas,” hematnya.
Untuk diketahui, sejumlah petinggi KAMI saat ini tengah berurusan dengan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.
Di antaranya adalah Anggota Komite Eksekutif Syahganda Nainggolan, Anggota Komite Eksekutif Jumhur Hidayat, dan deklarator Anton Permana.
Selanjutnya, Ketua KAMI Sumatera Utara Khairi Amri dan empat aktivis perempuan KAMI, Kingkin Anida, Wahyu Rasari Putri, Juliana, dan Devi.
Mereka berstatus tersangka dalam kasus hoaks terkait UU Cipta Kerja.
