RUU BPIP Dijanjikan Tak Usik Pancasila

RUU BPIP Dijanjikan Tak Usik Pancasila

Suarayogyakarta.com – Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas menjanjikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hanya mengatur mekanisme lembaga. Aturan tersebut tidak akan mengusik Pancasila seperti yang tercantum pada RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

“Kami janjikan bahwa, ini soal mekanisme (BPIP) saja,” kata Supratman dalam diskusi Smart FM yang dilakukan secata virtual di Jakarta, Sabtu, 18 Juli 2020.

Politikus Partai Gerindra itu mengungkapkan, tidak ada masalah pada substansi RUU BPIP. DPR dan pemerintah sudah sepakat bahwa tuntutan rakyat diakomodasi dalam aturan tersebut.

Setidaknya, ada dua tuntutan utama dalam pembahasan RUU HIP yang kini diakomodasi dalam RUU BPIP, yakni memasukkan TAP MPR 25 Tahun 1966 tentang pelarangan PKI dan menghapus Pasal 7 RUU HIP yang dianggap memeras Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila.

“Yang kedua hal-hal yang berkaitan dengan substansi pokok yang membuat hiruk-pikuk ini sudah terakomodasi,” ungkap dia.

Namun, masyarakat diminta sabar menunggu proses pembahasan karena DPR belum dapat mencabut atau mengganti RUU HIP dari Prolegnas Prioritas 2020. Sebab, pengajuan pembahasan atau pencabutan RUU harus sesuai mekanisme yang berlaku.

“Itu kemudian tuntutan publik tiba-tiba kemudian meminta segera menghentikan itu belum bisa kita laksanakan karena mekanisme pengambilan keputusan kan sudah sangat jelas di parlemen,” ujar dia.

Jaminan RUU BPIP tidak akan melenceng dari pembahasan juga diperkuat oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR, Zuhairi Misrawi. Menurutnya, RUU BPIP merupakan bentuk dewan dan pemerintah menyerap aspirasi masyarakat.

Pembahasan ini juga sesuai keinginan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). Salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Nusantara itu mengusulkan agar RUU HIP diganti menjadi BPIP.

“Yang harus diperkuat itu fungsi tugas dan wewenang dan struktur kelembagaan BPIP yang selama ini hanya berupa Perpres,” ujar Zuhairi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *