Categories Uncategorized

Ribuan Pedagang Pasar di Sleman Disuntik Vaksin AstraZeneca

Ribuan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Sleman menjalani vaksinasi massal dosis pertama di Gedung Olahraga (GOR), Tridadi, Kabupaten Sleman.

Vaksinasi untuk pedagang Pasar Sleman 1 dan 2, maupun Pasar Denggung itu menggunakan AstraZeneca.

Hal ini berbeda dibanding dua pasar sebelumnya, yaitu Pasar Gentan dan Pasar Sambilegi yang memakai Sinovac.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian dan Penyakit Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaeni mengungkapkan, vaksinasi massal di GOR Sleman menyasar untuk dua ribu pedagang dan dilaksanakan selama dua hari.

Vaksinasi massal bagi pedagang pasar ini rencananya juga akan dilakukan serentak di 11 lokasi lainnya, selama bulan Juni sehingga diharapkan lebih cepat menjangkau kepada semua pedagang pasar.

“Target sasaran kita bulan Juni ini untuk 10 ribu pedagang pasar,” kata dia, ditemui di lokasi, Jumat (11/6/2021).

Vaksin yang akan digunakan adalah AstraZeneca.

Jenis vaksin dari perusahaan farmasi asal Inggris itu, menurut Novita aman digunakan untuk usia di atas 18 tahun.

Hanya memang kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) lebih sedikit kasusnya pada usia di atas 50 tahun.

Novita mengungkapkan, vaksin AstraZeneca dan Sinovac sama-sama halal dan aman digunakan.

Perbedaan ada di bahan baku pembuatan.

Vaksin Sinovac dibuat dengan melibatkan semua komponen virus.

Sedangkan AstraZeneca dibuat menggunakan inti bagian virus.

Kemudian, perbedaan lain ada pada interval.

Sinovac intervalnya 28 hari sementara AstraZeneca lebih panjang, mencapai 12 minggu atau 3 bulan.

“Skrining sebelum menggunakan AstraZeneca juga lebih ketat. Kami sangat hati-hati terhadap orang-orang dengan pemilik riwayat gangguan darah,” kata dia.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Haris Murtapa mengatakan, jumlah keseluruhan pedagang pasar di Bumi Sembada ada 14 ribu orang dari 43 pasar.

Yang sudah mendaftar vaksin melalui aplikasi, ada 10 ribu. Selebihnya, ada yang sudah menerima vaksin melalui jalur lansia.

Maupun divaksin lebih awal seperti di Gentan dan Sambilegi.

Sebagian lainnya, kata dia, masih ada sejumlah pedagang yang belum mendaftar vaksin.

Bukan karena takut melainkan karena keterbatasan, tidak bisa menggunakan handphone.

Petugas pemandu di masing-masing pasar menurutnya sudah disebar untuk membantu update data pedagang.

“Ada beberapa pedagang belum mendaftar karena tidak memiliki HP. Maka dibantu petugas di masing-masing pasar untuk mendaftar,” kata dia.

Sejumlah pedagang bisa mengantre ditempat yang sudah ditentukan.

Petugas juga berjaga dan mengarahkan pedagang supaya tidak terjadi kerumunan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang meninjau lokasi mengatakan, kegiatan vaksinasi sebagai usaha pemerintah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pedagang dan pembeli saat melakukan transaksi jual beli.

Pihaknya berharap, setelah pelaksanaan vaksinasi sukses dilakukan, dapat meningkatan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi.

“Meski sudah divaksin, namun para pedagang pasar tetap harus menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan,” kata Kustini.

Dalam peninjauan di lokasi vaksinasi, Ia juga membagikan masker sebagai cara agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *