Polemik Pidato Presiden, SAS Institute: Masyarakat Jangan Memperkeruh Keadaan

Polemik Pidato Presiden, SAS Institute: Masyarakat Jangan Memperkeruh Keadaan

Pidato Presiden Jokowi, yang menyebutkan Bipang Ambawang, salah satu makanan Khas Kalimantan Barat yakni makanan olahan dari daging babi. Sontak pidato Presiden Jokowi juga menuai banyak perdebatan. Ada yang keberatan dengan statemen tersebut.

Abi Rekso, sebagai kalangan muda Nahdliyin juga Deputi Kajian Said Aqil Siroj Institute (SAS Institute) mengakui bahwa terjadi kesalahan dalam penulisan pidato tersebut.

Namun lebih, lanjut dirinya, mengajak umat muslim menilai ini sebagai salah satu ujian ibadah puasa.

“Ya harus diakui bahwa ada keliru dalam penulisan pidato Presiden. Namun, di sepuluh hari menjelang Idul Fitri ini bonus ibadah terbuka luas. Maka, sebagai seorang muslim rasional kita maknai kekeliruan itu sebagai ujian beribadah. Jika melihat secara positif, Insya Allah ibadah puasa kita tetap dimuliakan Allah,” ujar Abi Rekso, Sabtu (8/5/2021).

Abi Rekso juga beranggapan, tidak mungkin ada niatan buruk Presiden Jokowi atau tim pembantu naskah pidato baik di bawah Kepala KSP Moeldoko ataupun Mensesneg Pratikno yang secara sengaja dengan niatan buruk kepada umat Muslim.

“Toh mereka juga seorang Muslim. Meski, kesalahan ini perlu menjadi evaluasi besar dan fundamental dalam group penulis naskah pidato. Perlu penyegaran tim,” ujar Abi Rekso.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *