Pilkada Serentak 2020 Tetap Digelar, Tidak Ada Toleransi bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pilkada Serentak 2020 Tetap Digelar, Tidak Ada Toleransi bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 akan tetap dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

Dikabarkan Pilkada ini akan tetap digelar secara serentak di 270 daerah yang rencananya akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020, pelaksanaan Pilkada tahun ini wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 tanpa mengenal warna zonasi wilayah.

Kendati demikian, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat setidaknya ada lebih dari 300 calon peserta Pilkada yang mengabaikan protokol kesehatan lantaran membawa massa saat mendaftar ke KPU.

Di antaranya termasuk putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang dikabarkan membawa sejumlah besar kelompok pendukung saat mendaftar ke KPUD Kota Solo.

Dilansir Prbandungraya.pikiran-rakyat.com dari RRI, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan tidak adanya toleransi kepada calon peserta Pilkada yang melanggar protokol kesehatan.

Menurutnya, semua tahapan Pilkada termasuk kampanye, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dengan begitu, diharapkan dapat mencegah terjadinya klaster baru bagi kasus penyebaran virus Covid-19.

Kendati demikian, politisi Partai Golkar ini mengapresiasi tindakan pemerintah daerah baru-baru ini yang bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepolisian, dan TNI.

Pasalnya, pemerintah dikabarkan akan ikut melibatkan masyarakat adat dalam penanganan Covid-19 menjelang pemungutan suara Pilkada mendatang.

“Kami berharap ini tetap terjaga, dan program pemerintah baik dalam penanganan pandemi Covid-19, maupun pelaksanaan Pilkada serentak,” kata Ahmad.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak akan tetap dilaksanakan tahun ini.

Kendati demikian, sejumlah pihak tetap mendesak Pilkada Serentak 2020 untuk ditunda sementara waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *