SLEMAN – Rencana vaksinasi COVID-19 di Sleman akan dilakukan pada 14 Januari 2021 mendatang.
Ada sebanyak 14.484 Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Kabupaten Sleman yang menjadi sasaran vaksinasi.
Vaksin akan diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) dan juga non-nakes, seperti petugas administrasi, sopir, pengelola jenazah, dan lain-lain.
Tidak hanya bagi SDM kesehatan di fasilitas kesehatan negeri, tetapi juga swasta, klinik, praktik mandiri, hingga tempat karantina.
Petugas honorer, relawan, residen, magang, koas, dan mahasiswa kesehatan yang praktik di fasilitas kesehatan juga menjadi sasaran vaksinasi.
Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Sudarto Edi Hartono mengatakan ada 24 rumah sakit, 25 puskemas, dan 3 klinik yang sudah siap melayani vaksinasi.
Pelatihan bagi tenaga medis yang akan melakukan vaksinasi juga sudah dilakukan sejak 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.
Untuk vaksinasi, sebanyak 52 fasilitas pelayan kesehatan (rumah sakit, puskemas, dan klinik) hanya melayani vaksin pada hari Senin hingga Kamis.
Setiap harinya, terbagi dalam tiga sesi.
“Setiap harinya, kami bagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama pukul 08.00 hingga 09.00, sesi kedua pukul 09.30 hingga 10.30, dan sesi ketiga pada pukul 11.00 sampai pukul 12.00,” katanya, Rabu (06/01/2021).
Pihaknya juga membatasi jumlah penerima vaksin.
Setiap sesi, ia membatasi maksimal 20 penerima. Dengan demikian, setiap fasyankes dapat menerima maksimal 60 penerima per hari.
“Jadi kami asumsikan 60 penerima di 52 fasyankes, sehingga dalam sehari paling tidak sekitar 3.000an penerima. Mungkin sekitar seminggu, pemberian vaksin bisa selesai,” terangnya.
Sebelumnya, Bupati Sleman menyebut Kabupaten Sleman mendapat vaksin COVID-19 terbanyak di DIY.
Rencananya vaksinasi akan dilakukan mulai 14 Januari 2021 mendatang.
“Sleman (mendapat vaksin) terbanyak di DIY. Karena tenaga kesehatan paling banyak, rumah sakit juga paling banyak di Sleman. Nanti semuanya (nakes) akan divaksin duluan,” katanya.
Ia melanjutkan selain tenaga kesehatan, sasaran penerima vaksin selanjutnya adalah publik figur yang paling banyak berhubungan dengan masyarakat.
“Saya siap menjadi yang pertama divaksin,” lanjutnya.
Ia berharap proses vaksinasi berjalan lancar dan aman, sehingga vaksinasi tahap kedua dapat dilakukan.
