Categories Budaya

Penerapan Nilai Pancasila terhadap Pemahaman Radikalisme di Kalangan Masyarakat

Terdapat banyak sekali akses dalam penyebaran radikalisme yang tak kasat mata dari berbagai macam ancaman dari para pemuda ataupun masyarakat oknum di Indonesia. Maraknya kekerasan dalam praktik yang mengatasnamakan golongan tertentu memang menjadi ramai dibahas baik itu secara langsung atau berinteraksi dan dengan melalui media massa di Indonesia. Sehingga banyak konsep pohon agama yang menjadi populer atau disebut dengan radikalisme. Konsep radikalisme sendiri merupakan penggunaan tuntutan adanya pemahaman dalam konteks yang lebih tepat, hal ini mampu merujuk dalam konteks pada ragam sumber yang memiliki kata radikalisme sehingga dapat dikatakan suatu pahaman yang menginginkan perubahan dan pembaharuan secara drastis hingga ke titik yang paling dasar dari sebuah kerangka berpikir. Lebih banyak di kerap dengan mengkaitkan radikalisme konsep agama yang kemudian disebut dengan radikalisme agama sehingga menjadi banyak sekali persoalan hubungan dengan pengalaman inti serta memori kolektif dari penafsiran agama.

Penerapan nilai dari pancasila akan memberikan sebuah tindakan untuk meminimalisir adanya pemahaman radikal tersebut yang di mana pemahaman nilai dari pancasila sendiri terdapat 5 sila yang harus diperhatikan yang di mana nilai tersebut merupakan sebuah nilai universal. Nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut ada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan. Kelima nilai di dalam pancasila ini merupakan sebuah senyawa yang sangat penting bagi bangsa Indonesia dalam menggerakkan roda kehidupan sosial bermasyarakat dan berbangsa serta bernegara[2]. Pancasila harus diajarkan serta disosialisasikan secara turun temunun dalam masyarakat Indonesia dengan menganut semua komponen secara utuh dan jelas yang di mana komponen tersebut mampu memberikan bangsa yang interaktif serta menghilangkan nilai yang doktiner serta satu arah. Oleh karena itu, bentuk implementasi nilai dalam Pancasila di dalam masyarakat harus dilakukan untuk mengupayakan nilai Pancasila tersebut menjadi nilai yang aplikatif secara operasional dan juga mampu mengamalkan semua komponen di dalam nilai tersebut. Tugas utama di dalam masyarakat Indonesia mengharuskan penanaman pemahaman Pancasila yang benar seperti nilai ketuhanan, yang di mana dalam nilai dari sila pertama Pancasila berisikan pendapat sebuah nilai dari ketuhanan untuk setiap individu dan masyarakat taat kepada tuhannya. Tapi pada nyatanya saat ini banyak masyarakat yang masih menginginkan terbentuknya negara yang berbasis pada agama serta alasan terhadap adanya agama lain yang cenderung memandang ajaran agama yang negatif sehingga timbul potensi adanya konflik dari intra agama yang menjadikan konflik antar agama walaupun tidak semua masyarakat Indonesia seperti itu akan tetapi banyak sekali oknum yang menyebarkan pemahaman radikal seperti ini.

Munculnya radikalisme diakibatkan adanya oknum tertentu yang menyebarluaskan ajaran yang salah dengan mengatasnamakan agama dan juga digerakkan oleh beberapa kelompok dalam sebuah momentum tertentu seperti adanya kegiatan pemilu dalam politik sehingga pemahaman radikal tersebut bisa tersebar luas akibat adanya momentum tersebut yang dapat memicu adanya aksi terorisme. Pemahaman Radikalisme dapat diminimalisir dengan melibatkan berbagai aktor seperti politis ataupun tokoh agama serta pengusaha dan tokoh masyarakat sehingga pemahaman radikalisme tersebut tidak mampu masuk dengan mudah di kalangan masyarakat.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *