Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menjalin kolaborasi dengan kalangan akademisi guna mengembangkan inovasi mendukung kemajuan infrastruktur di wilayahnya.
Pejabat Sementara (Pjs) Kusno Wibowo mengatakan, ke depan akan dilakukan kerjasama dengan akademisi, khususnya terkait dengan pemeliharaan jembatan. Menurut dia di wilayah Sleman terdapat sejumlah kampus ternama yang memiliki Jurusan Fakultas Teknik Sipil.
“Nah, ini nantinya akan kita lakukan kerjasama dengan kampus-kampus, akademisi ini tugasnya melakukan asesmen kelayakan jembatan-jembatan yang ada di Kabupaten Sleman.
Hasil asesmen (penilaian), ungkapnya, diharapkan menghasilkan input sehingga Pemkab dapat menindaklanjuti sesuai kondisi dan kebutuhan menurut skala prioritas.
“Kalau kita mengandalkan sumber daya manusia dan sumber daya pendanaan dari Kabupaten maka tidak semua bisa dilaksanakan, diketahui mana yang perlu ditindaklanjuti mana yang ditunda,” beber Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY ini.
Kolaborasi ini diharapkan dapat berlanjut. Serta menjadi bagian inovasi untuk kemajuan infrastruktur di Kabupaten Sleman agar aman untuk digunakan sebagai penghubung wilayah.
Sebelumnya, Pemkab Sleman dipimpin langsung Kusno Wibowo bersama akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) meninjau Jembatan Padasan yang menghubungkan Cangkringan dan Pakem, serta jembatan di Kalurahan Bimomartani, Ngemplak. Hasil peninjauan menunjukkan kondisi kedua jembatan cukup memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan.
