Pemerintah Prioritaskan Bantuan untuk Masyarakat Sangat Miskin

Pemerintah Prioritaskan Bantuan untuk Masyarakat Sangat Miskin

Pemerintah akan memprioritaskan masyarakat yang masuk golongan sangat miskin dalam pola penanganan kemiskinan. Beberapa program bantuan sosial diperkuat untuk mendukung kebijakan tersebut.

Saat ini masih ada 24,7 juta jiwa yang harus dientaskan dari kemiskinan. Namun, dalam rapat terbatas tentang percepatan pengentasan kemiskinan di kantor presiden kemarin (4/3), Presiden Joko Widodo menggunakan standar Bank Dunia untuk penduduk kategori sangat miskin. Standar tersebut menghasilkan angka 9,91 juta di antara 24,7 juta jiwa atau 3,371 persen dari total penduduk Indonesia. ’’Karena itu, kita bisa fokus menangani terlebih dahulu yang 9,91 (juta) jiwa ini,’’ terangnya.

Dia meminta jajarannya untuk memperkuat data warga sangat miskin tersebut. Di mana posisi mereka saat ini. Dengan demikian, program penanggulangan kemiskinan bisa langsung menyasar kelompok tersebut. Harapannya, pada 2024 angka 9,91 juta itu bisa menjadi 0.

Presiden meminta pihak yang mengintervensi mereka juga jelas. Kementerian mana yang akan ambil bagian dan program apa saja yang akan dijalankan. Saat ini sejumlah program penanggulangan kemiskinan sudah bergulir. Misalnya, jaminan kesehatan nasional (JKN), kartu Indonesia sehat (KIS), kartu Indonesia pintar (KIP), program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan nontunai (BPNT), hingga kartu sembako.

Setelah ratas, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa fokus pemerintah ke depan adalah menanggulangi kemiskinan ekstrem. Pendataan mendetail akan dilakukan untuk memisah-kan penduduk kategori miskin dan sangat miskin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *