Pemerintah Papua Himpun 1400 Pemuda Lawan Corona di Kota Jayapura

Pemerintah Papua Himpun 1400 Pemuda Lawan Corona di Kota Jayapura

Pemerintah Provinsi Papua menghimpun sebanyak pemuda yang akan ditempatkan di 25 Kelurahan, Kota Jayapura untuk membantu dalam menurunkan angka positif Covid-19

Acara pelepasan 1400 Pemuda Anti Corona atau PAC secara simbolis dilakukan oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal didampingi Penjabat Sekda Ridwan Rumasukun, di dua tempat yakni lapangan Trisula Lantamal X Hamadi dan Lapangan Brimob Kotaraja, Senin (31/8) siang  

Dalam arahannya, Wagub Klemen berharap, keberadaan PAC ini dapat membantu pemerintah daerah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Kota Jayapura, yang menjadi wilayah dengan tingkat penyebaran paling tinggi di Provinsi Papua

“Satu harapan bahwa Pemerintah Papua, bersama para pemuda mampu  bergandeng tangan, dan bersama-sama menurunkan angka positive covid-19 di Kota Jayapura,” ujarnya

Wagub mengatakan, pemerintah provinsi perlu mengambil kebijakan-kebijakan dalam penanganan covid-19,  salah satunya dengan melibatkan pemuda 

“Dengan metode-metode baru ini, maka harapan Papua hari ini digantungkan ke pemuda, karena pemuda itu adalah anak-anak yang idealis,”harapnya

Ia menjelaskan, Kota Jayapura sebagai ibukota Provinsi Papua masih sangat tinggi jumlah kasus positifnnya .

“Semakin tinggi dan kita juga masif (melakukan tes rapid), berarti bagus, semua kita tes, tetapi banyak yang tidak kita tes, dan tingkat kesembuhan juga tinggi.

jika tingkat kesembuhan tinggi berarti, harapan kita buat menangulangi covid ini baik,” terangnya

Untuk itu ia memberikan waktu 14 hari masa inkubasi covid-19 ini dapat menurunkan angka positif di setiap kelurahan yang ada di Kota Jayapura.

“Saat ini ada satu kelurahan yang hijau, untuk itu taget kita dua kali masa inkubasi (28 hari), maka PAC ini dapat menurunkan angka positif di daerahnya,” tegansny.

Ditanya soal Kabupaten lain yang melakukan PAC, Wagub mempersilahkan sebab PAC dirasa cukup membantu.

“Saat ini ada enam Kabupaten yang hijau,lalu masih ada juga yang merah. Intinya kunci ada di masyarakat bukan di para medis atau di kami, Jika masyarakat sadar maka kami yakin angka positif akan turun,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *