Pemerintah Kucurkan Rp2,59 T Bantu Pesantren Terdampak Corona

Pemerintah Kucurkan Rp2,59 T Bantu Pesantren Terdampak Corona

Pemerintah memberikan bantuan senilai Rp2,59 triliun untuk membantu sejumlah pondok pesantren di Indonesia akibat pandemi covid-19. Bantuan tersebut nantinya disalurkan dalam bentuk Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) senilai Rp2,38 triliun dan bantuan pembelajaran daring selama tiga bulan sejumlah Rp211,73 miliar.
Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Purwanto menjelaskan bantuan operasional dibedakan besarannya untuk pesantren kecil, sedang, dan besar.

Untuk pesantren kecil senilai Rp25 juta serta disalurkan pada 14.906 lembaga. Dengan demikian, total anggarannya mencapai Rp372,65 miliar.

Lalu, pesantren sedang mendapatkan bantuan operasional senilai Rp40 juta, serta diberikan kepada 4.032 lembaga. Jadi, secara total pemerintah menyiapkan dana Rp161,28 miliar.

Terakhir, pesantren besar diberikan bantuan senilai Rp50 juta kepada 2.235 lembaga. Totalnya, pemerintah menyiapkan bantuan senilai Rp111,75 miliar.

“Ini diberikan sekali, one shot. Ini beda-beda bantuannya, tapi sama dalam hal sekali saja diberikan,” katanya, Kamis (16/7).

Nantinya, kata dia, dana bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan implementasi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Misalnya, penyediaan masker, sabun, hand sanitizer, penyemprotan desinfektan, dan sebagainya.

Pemberian bantuan ini diutamakan bagi pesantren yang sudah kembali membuka aktivitas belajar mengajar.

“Nanti Kementerian Agama akan menyiapkan petunjuk teknis dan koridor pelaksanaannya,” jelasnya.

Sementara itu, bantuan pembelajaran daring diberikan bagi pesantren senilai Rp5 juta per bulan selama tiga bulan. Itu berarti, setiap pesantren mendapatkan bantuan Rp15 juta. Bantuan pembelajaran daring itu diberikan kepada 14.115 lembaga pesantren.

Nantinya, Kementerian Agama akan meninjau pesantren-pesantren yang membutuhkan bantuan tersebut.

“Ini boleh digunakan untuk langganan wifi, paket data, kabel, lampu atau kebutuhan belajar daring pesantren,” ucapnya.

Selain bantuan operasional dan pembelajaran daring, pemerintah juga memberikan bantuan insentif bagi para pengajar. Namun, insentif ini masih dalam pembahasan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Keduanya, masih melakukan inventarisasi data pengajar di pesantren yang membutuhkan.

Selain bantuan di atas, pemerintah juga mempersiapkan bantuan dalam bentuk pembangunan atau perbaikan sarana dan prasarana pesantren. Total dana yang disiapkan untuk bantuan sarana dan prasarana ini kurang lebih Rp10 miliar hingga Rp20 miliar pada 2020.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengatakan pihak akan memberikan bantuan tersebut pada 100 pesantren di tahun ini sebagai proyek percontohan (pilot project). Pesantren tersebut tersebar di 10 provinsi.

“Kami sedang survei pemilihan lokasi. Di 2020 kami melihat lokasi mana yang mungkin segera pilot project,” tuturnya.

Rencananya, proyek pembangunan dan perbaikan sarana prasarana ini akan berlangsung dari 2020 hingga 2024. Targetnya, bantuan itu akan menyasar 21.173 lokasi di 34 provinsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *