Hadapi Musim Kemarau, BPBD DIY Siap Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Hadapi Musim Kemarau, BPBD DIY Siap Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Dalam rangka menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan Oktober mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mulai melakukan sejumlah antisipasi.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsurizal mengatakan setiap tahun sejumlah daerah di DIY dihadapkan dengan masa kesulitan air.

Faktor meteorologis menjadi salah satu penyebab kekeringan.

“Daerah sulit air itu ada banyak hal (yang menyebabkan), salah satunya curah hujan. Kalau enggak ada hujan tapi punya sumber air tanah yang bagus enggak masalah,” ungkapnya saat dihubungi pada Kamis (16/7/2020).

Ia melanjutkan, pada tahun ini tidak ada La Nina sehingga musim penghujan tidak ada gangguan. Hingga saat ini, kata dia, belum ada indikasi sumur masyarakat kering.

“Warga di daerah kekeringan punya mitigasi sendiri, oh kita akan menghadapi musim kering, sehingga punya tabungan untuk beli tanki air,” tambahnya.

Sementara, selaku pihak pemerintah, BPBD DIY memiliki cadangan air yang nantinya akan didistribusikan ketika kabupaten/kota masih membutuhkan.

“Di BPBD kabupaten/kota memiliki cadangan tanki. Kalau kami menyediakan anggaran dari belanja tidak terduga. Kalau dana dari Dinas Sosial sudah habis, baru kita gunakan,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman kemarau pada 2019, menurutnya ada daerah yang mendapat dropping air dari 4 kabupaten di DIY.

Rinciannya, terdiri atas 4 kabupaten, 42 kecamatan, 140 kelurahan/desa, dan 374 dusun.

“Tapi 2019 musim kemaraunya panjang. Tahun ini kemungkinan berkurang,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *