Pemerintah Butuh Kritik, Munculnya KAMI Hanya Tebar Intrik Tendensius

Pemerintah Butuh Kritik, Munculnya KAMI Hanya Tebar Intrik Tendensius

Kemunculan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dengan menggelar deklarasi pada tanggal 18 Agustus lalu dan dilanjutkan deklarasi di sejumlah daerah mendapatkan sorotan dari politisi PDIP, Aria Bima.

Aria menilai KAMI diharapkan kritis memberikan sesuatu yang produktif bagi bangsa ke depan. Namun, yang terjadi sekarang kemunculannya justru hanya tebar intrik tendensius.

“KAMI diharapkan memberikan masukan-masukan argumentatif, solutif, khususnya terkait persoalan pandemi Covid-19. Kenyataannya jauh dari harapan,” ujar Aria, Minggu (23/8).

Ia mengatakan di dalam KAMI banyak orang orang yang dianggap sebagai bangsawan diantaranya Prof Edi Swasono, Mutia Hatta. Keduanya adalah person-person yang diakui integritas intelektual dan integritas moralnya.

“Harapannya, KAMI menjadi sesuatu yang produktif dan positif bagi bangsa ke depan,” kata dia.

Tidak hanya itu saja, KAMI setidaknya memberikan kontribusi penyelesaian terkait pandemi Covid-19, mulai dari virus, penyebaran, dan dampaknya. Dengan seperti itu bangsa ini bisa keluar dari dampak pandemi yang berkepanjangan.

“Saya tidak menutup adanya sesuatu hal yang ada intrik di dalam KAMI. Kalau intrik itu tendensius. Intrik memunculkan isu isu sensasional destruktif dan tidak solutif,” tandas dia.

Sumber : timlo.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *