PBNU Minta Masyarakat Apresiasi Kinerja Polri Menangkap Pelaku Penyerangan Novel

PBNU Minta Masyarakat Apresiasi Kinerja Polri Menangkap Pelaku Penyerangan Novel

Kasus penyiraman air keras terhadap novel baswedan yang proses penyelesainnya hampir 3 tahun, kini sudah menemui titik terang.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan publik harus mengapresiasi kinerja Polri yang telah menangkap pelaku penyiraman air keras Novel Bawesdan.

“Polri, telah menempati janjinya. Publik layak memberi apresiasi terhadap kepolisian,” tutur Robikin Emhas Sabtu (28/12/2019).

Selain itu, Robikin juga meminta kepada masyarakat untuk menyimpan kepercayaannya terhadap penyidik guna mengungkap motif di balik penyiraman air keras tersebut. Robikin menilai masyarakat tidak perlu melakukan intervensi.

“Masyarakat jangan mengintervensi. Biarkan Polri bekerja sesuai kode etiknya dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Menurut dia, tindakan Polri menangkap pelaku penyiraman telah menggugurkan spekulasi yang pernah berkembang. “Seakan Polri tidak profesional dan tak mampu mengungkap suatu perkara,” tegasnya.

Seperti diketahui, dua pelaku teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel baswedan akhirnya ditangkap aparat kepolisian, Jumat (27/12/2019).

Kedua tersangka saat ini diperiksa dan ditahan di Polda Metro Jaya. “Dua pelaku berinisial RM dan RB kita amankan tadi malam kemudian kita bawa ke Polda Metro Jaya dimana kedua terduga pelaku diinterogasi, dan tadi pagi ditetapkan sebagai tersangka,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *