Pancasila Harus Terus Diinternalisasi kepada Masyarakat

Pancasila Harus Terus Diinternalisasi kepada Masyarakat

KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, Rektor UGM, Panut Mulyono, dan Plt Rektor UIN Sunan Kalijaga, Sahiron menandatangani naskah kerja sama mendukung penguatan kapasitas guru pendidikan agama Islam untuk memajukan pendidikan agama Islam toleran dan inklusif. Penandatanganan kerja sama dilakukan di Balairung UGM, Sabtu sore (13/6).

Rektor Universitas Gadjah Mada menyatakan Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia harus terus dikuatkan dan terus diinternalisasi pada masyarakat Indonesia. Dalam masa pandemi Covid-19 nampak nilai-nilai Pancasila terimplementasi secara nyata dalam berbagai kegiatan sosial yang bisa berjalan dengan baik.

“Bagaimana kita lihat gotong royong begitu terasa di kampung-kampung dan daerah-daerah untuk melindungi kampungnya atau daerahnya. Semua dilakukan prosedur yang baik di kampung-kampung. Tingginya gotong royong juga nampak pada banyaknya dana sosial yang terkumpul dari berbagai cara-cara pengumpulan dana sosial. Dan dana yang terkumpul lalu diperbantukan pada mereka yang bterdampak Covid-19,” kata Panut.

Ia menilai para pemimpin agama dari agama apapun, telah menyerukan untuk secara baik dan tenang beribadah di rumah. Hal-hal seperti itu menurutnya contoh-contoh yang menunjukan nilai-nilai Pancasila tumbuh dalam diri masyarakat Indonesia.

“Meski begitu belum semua optimal atau amat baik dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, masih ada sisi-sisi yang perlu dikuatkan dan diinternalisasi pada masyarakat. Seperti apakah regulasi yang dibuat pemerintah pusat atau daerah telah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Atau apakah perusahaan-perusahaan swasta dalam menjalankan usahanya sudah menjalankan usaha-usaha dengan berpedoman pada panduan praktis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Saya kira tentu masih banyak yang harus kita kuatkan dan internalisasikan pada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Rektor UIN Sunan Kalijaga, Sahiron berharap kerja sama yang telah ditandatangani dapat segera diimplementasikan. Ia sepakat untuk senantiasa mempertahankan Pancasila di tengah tantangan-tantangan yang terus dihadapi.

“Masih saja ada kelompok kelompok yang berkeinginan menggantikan ideologi bangsa dengan ideologi lain yang berdasarkan agama atau apapun,” ujarnya.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi penandatanganan ini merupakan upaya bersama keempat institusi untuk pemajuan toleransi, kebinekaan dan kebebasan beragama di Indonesia dan memanfaatkan, menyinergikan kemampuan serta sumber daya bersama di tengah pandemi Covid-19.

Kerja sama ini juga mengatur soal penyelenggaraan forum tahunan toleransi untuk berbagi pengetahuan, memajukan kebijakan dan memperkuat jaringan kerja (peer learning, peer sharing). Selain itu, mengadakan pendampingan dan sosialisasi daerah toleran bagi jajaran Pemerintah Kota/Kabupaten dan berbagai elemen masyarakat sipil, pelaksanaan advokasi yang meliputi pencegahan, pendampingan dan monitoring dalam rangka pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila serta melakukan pengendalian dan evaluasi pembinaan ideologi Pancasila.

Sumber: https://mediaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *