Masyarakat Harus Proaktif Tangkal Radikalisme

Masyarakat Harus Proaktif Tangkal Radikalisme

Radikalisme masih menjadi ancaman nyata bagi bangsa Indonesia. Masyarakat diharapkan proaktif untuk menangkal radikalisme yang dapat memicu kekerasan dan mengancam keutuhan negara.
Sudah bukan rahasia lagi, jika kecanggihan teknologi menjadi senjata yang cukup mumpuni. Yakni, bagi para pelaku radikalisme. Gencarnya mereka melakukan aneka perekrutan tak lain adalah untuk meneruskan perjuangan mereka. Sayangnya, perjuangan mereka ini dinilai sangat melenceng. Jauh dari kata perdamaian, bahkan tindakan radikal sudah menjadi bahan konsumsi Mereka sehari-hari.

Salah satu target utama pelaku radikalisme ini ialah anak muda juga kaum milenial. Kedua target ini dinilai masih labil untuk mengenal dunia lebih dalam. Rasa keingintahuan mereka yang terkadang berlebihan justru dimanfaatkan. Perilaku yang membutuhkan pengakuan banyak dilakukan oleh anak muda. Sehingga pelaku radikalisme lebih mudah mendekati mereka dengan embel-embel solidaritas, atau keagamaan.

Kendati sudah sering ditekankan terkait bahayanya radikalisme ini, ternyata masih banyak pula yang terjerat rayuan maut sang radikalis. Bukan hanya terorganisir, kelompok menyimpang ini memiliki jaringan yang terkoneksi satu sama lain, di beda tempat sekaligus. Akses internet inilah yang memberikan mereka kemudahan untuk selalu berkomunikasi. Disebutkan, pada beberapa platform jejaring sosial juga terdapat konten-konten ekstrim, termasuk tutorial perakitan bom.

Masih ingat pelaku bom bunuh diri di Medan Sumatera barat? Dilaporkan dirinya mengetahui cara perakitan bom ini hanya dari sebuah media sosial. Apakah pemerintah tinggal diam?
Pemerintah bersama seluruh jajaran, khususnya di kementerian komunikasi dan informasi telah menutup ratusan akun-akun menyimpang dan berpotensi menimbulkan paham radikal. Dan hingga kini masih terus memantau perkembangannya.

Aneka konten yang dinilai menyesatkan juga akan di monitoring. Pasalnya, hal ini justru menimbulkan rentetan masalah yang tak berkesudahan. Para pengguna smartphone berteknologi mumpuni nyatanya tak dibarengi dengan kapasitas “otak canggih”. Warganet ini sukanya menelan mentah-mentah aneka kabar yang mereka terima. Parahnya tanpa mengecek terlebih dahulu benar atau tidak berita tersebut, mereka main click and share saja. Jika demikian pastilah banyak yang tersesat karena disinformasi yang dibagikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *