Lawan Covid-19, Kominfo Terus Gencarkan Diseminasi Informasi Adaptasi Kebiasaan Baru

Lawan Covid-19, Kominfo Terus Gencarkan Diseminasi Informasi Adaptasi Kebiasaan Baru

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus menggencarkan penyebaran/diseminasi informasi terkait adaptasi kebiasaan baru (AKB) lewat penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo, Prof Dr Widodo Muktiyo mengatakan pemerintah semakin gencar mendiseminasikan semangat optimisme publik melawan Covid-19 meski berita bohong sudah mulai turun.

“Kami berkampanye agar masyarakat tidak saling menyalahkan, tetapi bergotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media bersama-sama melawan Covid-19,” ujar Widodo dalam temu daring Penyuluh Informasi Publik daerah 3 T bertajuk Adaptasi Kebiasaan Baru: Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19, Kamis (23/7/2020).

“Kami sudah berhasil menurunkan penyebaran hoaks, kini saatnya kita bergerak bersama dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan yang harus jadi kebiasaan baru,” tambanya.

Widodo membeberkan, perkembangan hoaks terkait Covid-19 memang sudah mulai turun berkat penegakan hukum yang tegas dan penyebaran konten positif yang selama ini gencar dilakukan pemerintah.

Per tanggal 21 Juli 2020, sudah terdapat 104 tersangka yang ditetapkan oleh Polri akibat hoaks tentang Covid-19.

“Sebelum ada obatnya, Covid-19 akan selalu menjadi musuh kita. Tenaga humas pemerintah diminta untuk mengola informasi, jangan sampai masyarakat terkena hoaks, radikalisme, penipuan, dan lain-lain seperti saat titik tertinggi (peredaran hoaks) pada masa awal Covid-19, saat warga mengalami panic buying,” ujar Widodo.

Sementara Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyampaikan, update perkembangan Covid-19 terakhir di Indonesia per tanggal 22 juli 2020 terdapat 91.751 kasus konfirmasi, jumlah orang meninggal 4.459 Pergerakan Covid-19, terjadi pergeseran epicentrum tidak lagi terpusat di Jakarta.

Saat ini, Jawa Timur merupakan provinsi penularan Covid-19 tertinggi.

“Beberapa kelompok rentan terkena Covid-19, seperti penderita yang sudah berumur/lansia, memiliki daya imun tubuh rendah, memiliki penyakit penyerta, kelebihan berat badan serius dan ibu hamil,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia turut mengimbau agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam adaptasi kenormalan baru sebagai satu-satunya jalan memerangi Covid-19 saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *