Komitmen Dorong Investasi ke RI, Menko Luhut : Pemerintah Fokus Pada Omnibus Law, Industrialisasi Hilir dan Investasi Pada UKM

Komitmen Dorong Investasi ke RI, Menko Luhut : Pemerintah Fokus Pada Omnibus Law, Industrialisasi Hilir dan Investasi Pada UKM

Menko Marves Luhut B. Pandjaitan menyatakan, demi meningkatkan perekonomian Indonesia ke depan, Pemerintah hari ini fokus pada menghasilkan investasi dengan mengesahkan Omnibus Law, kebijakan industrialisasi hilir, dan investasi pada sektor UKM.

“Dan kita berharap hal ini dapat berjalan dengan baik, dan akan mendorong lebih banyak lagi investasi ke Indonesia,” ujarnya dalam forum virtual “Indonesia in the New World Economic Paradigm: Your Best Invesment Destination” yang dihelat oleh KBRI Tokyo dan Japan-Indonesia Association (JAPINDA).

Lebih lanjut, Menko Luhut menjelaskan, dampak dari pandemi global covid-19, Indonesia pun tidak dapat terhindar dari slow down perekonomian dunia. Namun, di lain sisi, dampak pandemi juga membuat Indonesia dapat meningkatkan pengujian vaksin dan juga penguatan protokol kesehatan.

“Ekonomi Indonesia melambat, namun masih bernasib lebih baik dibandingkan dengan negara berpenghasilan menengah lainnya atau middle income countries. Dengan meningkatnya pengujian dan protokol kesehatan, Indonesia mulai mengatasi situasi akibat covid-19. Kasus pemulihan meningkat dan angka kematian turun secara signifikan. Kita berdoa semoga ini dapat berepengaruh baik kepada pengembangan ekonomi,” jelasnya.

Kemudian, perihal kebijakan fiskal, Menko Luhut menyatakan, pemerintah Indonesia tetap memegang prinsip kehati-hatian, dan prinsip tersebut sudah dilaksanakan selama bertahun-tahun. Menurut Menko Luhut, ada dua hal penting dalam kebijakan fiskal yang dilaksanakan oleh pemerintah, yakni mengalihkan belanja dari subsidi ke belanja modal dan Bank Sentral juga bisa mendukung perekonomian dengan membeli obligasi pemerintah.

“Kami mengurangi ketergantungan pada energi fosil, yakni salah satunya dengan jalan menggunakan bio diesel atau B30, dan import kami terhadap crude oil menurun, oleh karena itu, kami memiliki kelonggaran untuk meningkatkan stimulus dan sementara meningkatkan defisit. Bank Indonesia juga mendukung perekonomian dengan membeli obligasi pemerintah,” jelasnya.

Menko Luhut juga kembali menjelaskan mengenai kebijakan untuk meningkatkan stimulus untuk sisi permintaan dan penawaran.

“Jaring pengaman sosial bagi masyarakat rentan dan dukungan bisnis untuk UKM dan perusahaan besar,” jelasnya.

Forum virtual ini dinilai sangat penting, sebab melalui forum ini, akan diketahui bagaimana cara dan langkah-langkah strategis Indonesia dalam menangani dampak pandemi global covid-19 dan juga strategi pemulihan perekonomian.

Forum ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari berbagai macam kalangan, mereka terlihat antusias mendengarkan setiap paparan yang disampaikan oleh Menko Luhut, forum ini juga dihadiri oleh Ketua Japinda yang juga merupakan mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda. Bagi Indonesia, Jepang sendiri merupakan salah satu sahabat dan juga mitra perdagangan yang sangat penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *