Kementan Jamin Kelancaran Distribusi Pangan

Kementan Jamin Kelancaran Distribusi Pangan

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menjamin kelancaran distribusi pangan secara nasional selama masa pandemi covid-19.

“Contohnya di wilayah Jabodetabek yang sudah masuk zona merah, masyarakat tetap butuh pangan. Petani kita tetap berproduksi dan distribusikan secara lancar,” ungkap Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Risfaheri, dilansir dari keterangan resmi, kemarin.

Pihaknya, imbuh Risfaheri, selalu memastikan stok dan produksi selalu ada di sektor hulu.

“Untuk kelancaran distribusinya,sekalipun ini tupoksi Kementerian Perdagangan, karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat, Kementan tentunya berupaya agar pangan tersebut sampai ke masyarakat sehingga bisa tercukupi.

Salah satu contoh, saat ini Kementan telah berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya di DKI Jakarta, gapoktan, dan pelaku usaha lain untuk memastikan kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan lancar.

“Kami selalu berusaha agar pasokan tetap tersedia. Toko Tani Indonesia (TTI) Center di Jakarta maupun Bogor

tetap buka dan selalu menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Lebih lanjut, Toko Tani Indonesia memiliki efek psikologis yang kuat dan kehadirannya yang tersebar menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan pokok yang berkualitas dan terjangkau.

Dalam kesempatan berbeda, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan kembali menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih sehingga totalnya menjadi 450.000 ton.

“Hingga saat ini, RIPH bawang putih yang telah diterbitkan Kementan sebanyak 450.000 ton.

Ia menjelaskan volume RIPH bawang putih yang telah diterbitkan sangat mencukupi untuk pengamanan pasokan sampai dengan akhir 2020.

Dalam catatannya, kebutuhan nasional bawang putih diperkirakan mencapai 47.000-48.000 ton per bulan. Jika RIPH tersebut direalisasikan

importir, pasokan bawang putih mencukupi hingga sembilan bulan ke depan.

Kementan juga menerbitkan RIPH kepada 43 importir untuk mendatangkan 227.000 ton bawang bombai. Dengan kebutuhan nasional sebesar 10.000-11.000 ton per bulan, realisasi impor bawang bombai bisa mencukupi pemenuhan hingga satu tahun lebih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *