Kemenkes Imbau Masyarakat Tidak Bedakan Merek Vaksin Saat Jalani Vaksinasi Covid-19

Kemenkes Imbau Masyarakat Tidak Bedakan Merek Vaksin Saat Jalani Vaksinasi Covid-19

Suarayogyakarta.com – Di masa pandemi Covid-19, Indonesia setidaknya sudah mengamankan sejumlah  vaksin yang diproduksi oleh sejumlah perusahaan.

Setidaknya sudah ada tiga merek vaksin yang diterima oleh pemerintah Indonesia.

Ketiganya yakni Vaksin CoronaVac pabrikan Sinovac Biotech Ltd, Vaksin AZD1222 hasil kolaborasi Universitas Oxford dan AstraZeneca serta Vaksin BNT162b2 produksi Pfizer.

Ketiga vaksin tersebut sudah digunakan oleh pemerintah untuk melaksanakan program vaksinasi massal.

Meski berasal dari tiga produsen berbeda, ketiga vaksin covid-19 tersebut sudah melalui uji yang dilaksanakan BPOM.

Untuk itu masyarakat tak perlu meragukan ketiga vaksin tersebut.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr HM Subuh MPPM mengatakan sebaiknya masyarakat tidak membeda-bedakan jenis vaksin yang bakal diterima.

“Saat ini, kita banyak sekali diberi vaksin. Ini kita maklumi karena keterbatasan vaksin di dunia. Namun, masyarakat tidak perlu membedakan vaksin satu dengan lainnya,” ujar Subuh kepada awak media di agenda vaksinasi massal di Yogyakarta Marriot Hotel, Senin (21/6/2021).

Dia menjelaskan, vaksin Covid-19 bermerk apapun memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan perlindungan spesifik pada tubuh agar menurunkan risiko terkena dampak virus corona.

Untuk itu, Subuh berharap masyarakat tidak kecil hati dan menolak jika mendapat merek tertentu.

“Apabila ada kesempatan vaksinasi, segera lakukan saja. Itu semua baik demi perlindungan. Pemerintah Indonesia sedang gencar untuk memvaksinasi 70 persen orang. 1 juta suntikan setiap hari. Maka, tidak perlu dibedakan, semua sama tujuannya,” tegasnya lagi.

Berkaitan dengan wilayah Kabupaten Sleman, Subuh turut mengapresiasi pemerintah setempat yang gerak cepat untuk melakukan vaksinasi untuk masyarakatnya.

Menurut Subuh, ini patut dicontoh daerah lain yang ingin segera melindungi warganya dari serangan virus corona.

“Sleman ini sedikit lagi herd immunity, tapi kan Sleman tidak hidup sendiri. Di sini berbatasan dengan Jawa Tengah, semua orang bisa ke Yogyakarta. Maka, semua harus cepat divaksin, segera saja,” tuturnya.

Tidak lupa, Subuh mengingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan agar tidak dijangkiti virus corona.

Dia mengingatkan, vaksinasi adalah upaya untuk memutuskan penyebaran virus. Namun, vaksin bukanlah obat penyembuh dan hanya sebagai cara bertahan. Maka dari itu, ia tetap meminta masyarakat untuk patuh protokol kesehatan di manapun berada. Sebab, hingga kini kasus virus corona terus melonjak tajam, khususnya di DI Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *