Kebakaran Kejaksaan Agung Tak Padamkan Semangat Kejati Sulut untuk Berkarya

Kebakaran Kejaksaan Agung Tak Padamkan Semangat Kejati Sulut untuk Berkarya

Kebakaran yang terjadi di gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) beberapa waktu lalu, nyatanya tak padamkan semangat penegakan hukum dari Kejagung. Hal itu pun yang juga dirasakan oleh kejaksaan yang ada di daerah.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut), Andi Muh Iqbal Arief menyebut, kejaksaan yang ada di daerah tak akan terpengaruh, sebab di Kejagung sendiri, kendati kantor yang ditempati Jaksa Agung terbakar, tapi kegiatan tetap berjalan. “Api tidak memadamkan semangat kita untuk tetap bekerja dan berkarya. Di daerah sendiri kita tetap berjalan sebagimana mestinya, dengan memperhatikan protokol-protokol (pencegahan) Covid-19 yang sudah ditetapkan,” ujar Kajati.

Dikatakan Kajati, seperti mekanisme persidangan di tengah pandemic virus korona ini, Kejaksaan Tinggi Sulut tetap melaksanakannya, akan tetapi diadakan dengan memanfaatkan teknologi, yakni dilaksanakan secara online atau dalam jaringan (Daring).

“Pemeriksaan pun, kita membatasi dengan jaga jarak dan pakai masker, serta menjaga kesehatan, tetap berjalan. Termasuk juga pendampingan kita tekait dengan pengadaan alat-alat kesehatan, bantuan sosial, tetap kita dampingi, baik itu ditingkat Provinsi, ataupun kabupaten/kota,” bebernya.

Kendati adanya kebakaran di Kejagung serta pandemi, namun aparat Kejaksaan Tinggi Sulut tetap jalan. Kajati Andi menuturkan, pihaknya tetap maju terus, dan tidak ada istilah ‘diam-diam’ saja dalam melaksanakan tugas dan fungsi Kejaksaan. “Ini semua tidak menyurutkan semangat kita. Jadi istilahnya, walaupun langit runtuh, hukum tetap berjalan,” tandas mantan Wakajati Sulut itu.

Di sisi lain, disaat krisis kesehatan dan ekonomi saat ini, Kajati menilai bahwa di masa adaptasi  kebiasaan baru ini, masyarakat memang perlu untuk beraktivitas dan mencari nafkah. Akan tetapi, hal utama yang harus diperhatikan saat ini adalah disiplin untuk melaksanakan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran virus yang awalnya ditemukan di Wuhan, China.

“Saya lihat sudah banyak aktivitas yang berjalan. Mal-mal sudah mulai buka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Saya kira ini satu langkah yang diambil pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota yang patut kita dukung, karena ekonomi ini harus tetap berputar,” tukas Kajati.

Ke depannya juga, ungkap Kajati, pemerintah akan terus melaksanakan pemberian bantuan kepada masyarakat dengan ekonomi lemah dan terdampak akan adanya pandemi penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

“Bantuan ini akan kita kawal, dan akan disalurkan sesuai dengan sasarannya. Aparat-aparat kita tetap mendukung seluruh program yang dilaksanakan pemerintah,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *