Isu yang Dibangun KAMI Tidak memberikan Sesuatu Pencerahan di Masyarakat

Isu yang Dibangun KAMI Tidak memberikan Sesuatu Pencerahan di Masyarakat

Politisi PDIP, Aria Bima angkat bicara dengan kemunculan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang baru menggelar deklarasi pada tanggal 18 Agustus lalu.

Menurutnya, isu-isu yang dibangun KAMI justru tidak memberikan sesuatu pencerahan di masyarakat. Isu-isu yang dilontarkan justru menimbulkan kecurigaan satu sama lain di masyarakat.

“Saya tidak bisa mengatakan KAMI itu hanya intrik destruktif dan cenderung melakukan gerakan-gerakan tendensius terhadap Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin,” ujar Bima, Minggu (23/8).

Aria menjelaskan isu menimbulkan kecurigaan itu diantaranya mengenai KAMI yang mempertanyakan ideoligi Pancasila 18 Agustus dan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Isu tersebut dianggap sarang komunis, padahal mereka tidak ada buktinya.

“Siapa yang tidak sepakat dengan Pancasila 18 Agustus, siapa yang mau mengubah Pancasila. Kalau ada yang memperjuangkan mengganti Pancasila di jalur formal, seperti di DPR, sebutkan saja. HIP (RUU Haluan Ideologi Pancasila), datang saja ke DPR, buka saja risalahnya,” tegas dia.

Termasuk juga tudingan ada unsur ideologi komunis di dalam DPR, kata dia, yang bertentangan dengan Pancasila tidak dan silahkan buktikan. Bahkan, ada beberapa statement KAMI tidak solutif. Sebab tuntutan KAMI itu telah dikerjakan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi.

“Saya meminta agar KAMI tidak membuat isu yang destruktif. Jangan bikin kisruh, ini yang penting. Kalau mau kritik monggo, tapi kalau mau bikin sekedar intrik untuk cari sensasi jangan,” tegasnya.

Sumber : timlo.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *